Kejang demam dapat menimpa anak usia 3 bulan hingga 5 tahun. Namun, umumnya kondisi ini lebih sering dialami oleh anak berusia 1–1,5 tahun. Penyebab kejang demam belum dapat dipastikan. Nam...

Kamis, 06 Oktober 2016 | 16:36 WIB Penulis : Erni Wulandari
Demam berdarah adalah salah satu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti. Virus ini dapat menyebabkan demam, sakit kepala, ruam, dan nyeri di seluruh tubuh.
Sebagian besar kasus demam berdarah yang ringan sembuh dengan sendirinya setelah sekitar satu minggu. Tetapi pada beberapa kasus lainnya pada penderita yang memiliki daya tahan tubuh lemah itu akan meningkatkan resiko positif terkena DBD.
Gejala demam berdarah pada anak dan balita tidak selalu muncul dan agak sulit untuk membedakannya karena gejalanya hampir sama dengan tipes.
Diagnosa sejak dini dan sadar akan gejala itu akan membantu anda untuk melakukan pencegahan juga pengobatan, karena demam berdarah dapat berisiko hal serius yakni Dengue Shock Syndrome (DSS), yang dapat menyebabkan shock dan kematian.
Ciri-ciri & Gejala Demam Berdarah Pada Anak dan Balita
Sumber : Parents.co.id
Kejang demam dapat menimpa anak usia 3 bulan hingga 5 tahun. Namun, umumnya kondisi ini lebih sering dialami oleh anak berusia 1–1,5 tahun. Penyebab kejang demam belum dapat dipastikan. Nam...
Bayi tidak suka tummy time adalah hal wajar. Bisa jadi memang karena tidak terbiasa. Tummy time adalah memposisikan bayi di posisi tengkurap ketika ia bangun dan diawasi oleh orang d...
Melalui kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosinya (EQ), si Kecil akan mampu berprestasi sekaligus bersikap positif yang membuatnya dapat bertahan di lingkungan sosialnya. Artinya, tidak hany...
Bayi setelah lahir akan menyusu dari payudara ibunya sebagai sumber nutrisi tunggal hariannya. Minum ASI, atau susu formula sesuai rekomendasi dokter, sangat disarankan terutama pada enam bulan pertam...
WhatsApp ×