Kapan Bayi Dapat Diberikan MPASI? Rekomendasi memulai MPASI menurut World Health Organization (WHO) adalah saat bayi menginjak usia 6 bulan, atau bisa di antara 4-6 bulan sesuai dengan pe...

Kamis, 08 Desember 2016 | 15:00 WIB Penulis : Erni Wulandari
Melalui kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosinya (EQ), si Kecil akan mampu berprestasi sekaligus bersikap positif yang membuatnya dapat bertahan di lingkungan sosialnya. Artinya, tidak hanya mampu menjadi yang terbaik di bidang intelektual saja, tetapi juga mampu bersikap empati, seperti menghibur teman yang sedih atau membantu teman yang tengah kesulitan.
Dan, menurut Hogenes, Oers dan Diekstra (2014), dua kegiatan yang dapat mengembangkan dua kecerdasan tersebut adalah musik dan tari. Mereka menyatakan, bahwa musik dan tari sudah lama terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kecerdasan anak (IQ) dan kematangan emosionalnya (EQ).
YUK, BERMAIN MUSIK DAN TARI!
Banyak manfaat yang bisa diraih saat si Kecil diperkenalkan pada musik, baik dalam bentuk nyanyian, tarian dan instrumental. Kegiatan ini mampu membantu perkembangan si Kecil dalam hal:
TUMBUH OPTIMAL
Menari dengan mengikuti irama membantu si Kecil mengembangkan kemampuan motorik kasarnya. Sementara kemampuan motorik halusnya dapat dilakukan dengan cara belajar memainkan alat musik.
PRESTASI AKADEMIS
Pendidikan musik dapat meningkatkan motivasi anak dalam belajar dan kemampuan berkonsentrasi yang akan berdampak pada prestasi akademis si Kecil yang gemilang.
MAHIR DI KEHIDUPAN SOSIAL
Kelompok musik dan tari mengajarkan si Kecil untuk menerima perbedaan, kerjasama tim, dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah-masalah di lingkungan sosialnya.
KEMBANGKAN KREATIVITAS
Saat mendengarkan musik anak cenderung melakukan gerakan sesuai dengan suasana hati dan kemampuannya. Apresiasi usahanya meski belum sempurna karena kreativitasnya dalam mengenali perasaannya adalah proses tumbuh yang baik.
DUKUNG PERKEMBANGAN IQ DAN EQ SI KECIL
Suksesnya stimulasi yang diberikan Bunda untuk si Kecil tentu tidak lepas dari kebutuhan dukungan nutrisi dari dalam tubuh si Kecil. Nutrisi yang tepat tidak hanya mendukung IQ si Kecil tetapi juga EQ yang seimbang dan saling mendukung.
Berikan nutrisi yang kaya akan Zat Besi dan DHA. Zat Besi membantu pembentukan sel darah merah dan mendukung tumbuh kembang anak, sementara DHA merupakan salah satu jenis asam lemak Omega 3 berfungsi untuk membantu perkembangan otaknya*.
Temukan asupan zat besi melalui daging, hati dan sayuran hijau, serta kandungan DHA pada ikan salmon, telur, tuna, kacang tanah dan susu.
Sumber : Ayahbunda
Kapan Bayi Dapat Diberikan MPASI? Rekomendasi memulai MPASI menurut World Health Organization (WHO) adalah saat bayi menginjak usia 6 bulan, atau bisa di antara 4-6 bulan sesuai dengan pe...
Bila balita selalu menangis setiap kali ingin buang air besar, tandanya ia mengalami konstipasi. Bisa jadi penyebabnya adalah 5 masalah berikut : 1. Kurang makanan berserat Umumnya anak en...
Penyebab Sleep Regression pada Bayi Melansir Nature and Science of Sleep, tidak ada alasan pasti yang menjadi penyebab sleep regression pada bayi dan ini akan membuat Moms lebih frus...
Apakah buah hati Anda mulai memainkan gelembung ludah yang keluar dari mulutnya? Jangan dilarang. Orangtua cukup memantaunya dengan saksama. Faktanya, bermain gelembung ludah punya manfaat bagi tum...
WhatsApp ×