Kulit Bayi Mengelupas? Berikut Cara Mengatasinya!

Kamis, 16 Februari 2023 | 13:51 WIB Penulis :


 Mendapati kulit bayi mengelupas di minggu-minggu awal kehidupannya tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua. Apa sebenarnya yang menyebabkan kulit bayi mengelupas dan bagaimana cara mengatasinya?

Saat mendapati kulit bayi mengelupas, Anda tak perlu cemas. Sebab, kondisi ini wajar terjadi pada bayi yang baru dilahirkan. Pengelupasan kulit ini terjadi akibat menghilangnya lapisan terluar kulit bayi atau vernix.

Vernix merupakan lapisan tebal yang melindungi bayi selama dalam kandungan. Setelah bayi lahir, lapisan vernix akan perlahan lepas dengan sendirinya. Hal inilah yang membuat kulit bayi tampak terkelupas di minggu-minggu awal kehidupannya.

Namun, jumlah pengelupasan kulit yang terjadi bisa bervariasi. Ini tergantung pada waktu kelahiran bayi, apakah bayi lahir prematur, cukup bulan, atau lewat dari waktunya.

Mengatasi Kulit Bayi Mengelupas

Meski kulit bayi mengelupas merupakan kondisi yang normal, tapi perasaan khawatir tetap dirasakan para orang tua saat mendapati kulit buah hatinya mengelupas, pecah-pecah, dan terlalu kering. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menangani pengelupasan kulit pada Si Kecil:

1. Jangan memandikan bayi terlalu lama

Selain membuat kedinginan dan masuk angin, memandikan bayi terlalu lama juga bisa membuat minyak alami di kulitnya menghilang. Jadi, cukup mandikan Si Kecil selama 5 atau 10 menit saja.

Saat memandikan Si Kecil, hindari menggunakan air dengan suhu yang terlalu panas, karena bisa membuat kulitnya semakin kering. Tidak perlu juga selalu menggunakan sabun saat memandikan Si Kecil, kecuali bila kulitnya sangat kotor. Bila ingin memandikannya dengan sabun, gunakan sabun yang memang khusus untuk bayi.

2. Oleskan pelembap

Bila kulitnya tampak kering dan mengelupas, Anda dapat mengoleskan pelembap hipoalergenik ke kulit Si Kecil seusai memandikannya atau setidaknya 2 kali sehari agar kelembapan kulitnya tetap terjaga. Berikan juga pijatan lembut saat mengoleskan pelembap untuk memudahkan proses pengelupasan kulit Si Kecil.

3. Gunakan produk berbahan lembut

Pastikan produk-produk yang digunakan untuk Si Kecil memiliki kandungan yang lembut, agar kulitnya tidak iritasi. Hindari penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung parfum atau pewangi.

4. Hindari paparan udara dingin

Udara dingin tidak terlalu baik untuk kulit bayi, sebab paparan udara dingin bisa membuat kulitnya menjadi kering dan mudah mengelupas. Jika Anda ingin mengajak Si Kecil berpergian ke luar rumah, pastikan kulitnya tertutup rapat. Anda bisa melindungi Si Kecil dari udara dingin dengan memasangkan kaus kaki, sarung tangan, atau selimut bayi.

5. Pastikan Si Kecil terhidrasi dengan baik

Memastikan Si Kecil tetap terhidrasi dengan baik dapat meringankan kulit kering dan mengelupas yang dialaminya. Meski begitu, jangan memberikan air putih kepada bayi yang belum menginjak usia 6 bulan, kecuali jika disarankan oleh dokter.

Sebagai tips tambahan, hindari menggunakan detergen biasa untuk mencuci pakaian bayi. Gunakanlah deterjen yang memang khusus untuk kulit sensitif bayi. Selain itu, pisahkan pencucian pakaian, seprai, dan selimut bayi dengan cucian orang dewasa.

Apabila kulit Si Kecil terlihat makin mengelupas atau pengelupasannya tidak juga berhenti dalam beberapa minggu, sebaiknya bawa Si Kecil ke dokter anak. Dokter akan memeriksa apakah pengelupasan kulit ini normal atau disebabkan oleh suatu gangguan.

Source : https://www.alodokter.com/ 

Artikel Lainnya

Buku merupakan media yang tepat bagi anak untuk mempelajari banyak hal. Nah, salah satu aktivitas yang dapat Anda lakukan adalah membacakan buku anak. Tak hanya melatih Si Kecil berbicara, masih ...

Saat hamil, kondisi kulit umumnya memang akan mengalami perubahan. Biasanya ini terjadi karena adanya perubahan pada pengaturan hormon. Asalkan aman dan menurut petunjuk dokter, sah-sah saja kok melak...

Banyak penelitian menyebutkan, hampir 100% penyakit kanker serviks disebabkan humman papillomavirus (HPV) yang menyebar lewat hubungan seksual. Namun menurut dr. med. Ferdhy Suryadi Suwandinata, SpOG....

Apakah MomDad menyadari bahwa si Kecil akhir-akhir ini menyusu lebih banyak dan lebih aktif juga rewel? Hal ini bisa jadi menandakan bahwa ia mengalami growth spurt atau lonjakan pertumbuhan...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................