Hamil lagi setelah baru beberapa bulan melahirkan bisa saja terjadi. Ini menyebabkan bayi lahir ketika kakaknya kemungkinan masih butuh menyusu. Mau tidak mau, Mom harus menyusui dua anak sekaligus at...

Rabu, 04 Oktober 2023 | 11:41 WIB Penulis :
Para ibu pasti pernah mengalami si Kecil rewel saat ditinggal. Maunya digendong ibunya, dan saat ibunya jauh sedikit saja anak langsung menangis atau rewel. Di satu sisi, rasanya terharu karena anak ingin selalu dekat dengan ibunya. Namun, di sisi lain bukan tak mungkin sang ibu akan dibuat merasa kerepotan karena bayi tak mau ditinggal maupun dititipkan.
Penyebab di balik perilaku bayi tersebut kemungkinan besar adalah karena kecemasan akan perpisahan alias separation anxiety disorder. Ini merupakan bagian normal dari perkembangan bayi, dan kabar baiknya ini hanya bersifat sementara.
Separation anxiety biasanya dimulai sekitar usia 8 bulan dan mencapai puncaknya pada saat bayi berusia 14-18 bulan. Kondisi ini biasanya hilang secara bertahap selama masa kanak-kanak.
Beberapa gejala anak yang mengalami separation axienty adalah rewel berlebihan, cemas, dan khawatir saat digendong orang lain walaupun orang tua berada di depannya. Sederhananya menolak terpisah dari orang tua.
Walaupun separation anxiety bersifat sementara, tetapi terkadang fase ini sangat melelahkan atau bikin orang tua kewalahan. Jangan khawatir, lakukan beberapa cara ini untuk mengatasinya, agar kecemasan pada bayi bisa berkurang.
Dilansir Parents, rutinitas singkat sebelum pergi dapat membuat bayi belajar untuk memahami. Ibu bisa mengucapkan, "Ibu akan kembali menjemputmu sepulang kerja dan ibu sayang kamu." Setelah itu peluk bayi lalu pergi.
Menjaga rutinitas yang tetap sama setiap hari akan membuat bayi terbiasa dan ia akan mulai terbiasa tanpa sang ibu dan/atau ayah.
Bila bayi dititipkan kepada pengasuh atau babysitter, usahakan untuk menyiapkan aktivitas untuk mengalihkan segera setelah ibu meninggalkan bayi.
Menurut Elizabeth Pantley, penulis The No-Cry Separation Anxiety Solution, adanya pengalih seperti permainan tepuk tangan atau mainan baru akan mengalihkan pikirannya bahwa ibunya sedang pergi atau tidak ada.
Jangan menganggap sepele kecemasan anak. Menurut Donna Holloran dari Babygroup, Inc., cobalah untuk mengakui kecemasan anak terhadap perpisahan. Ibu bisa berkata, "Cobalah bermain dengan kakak atau nenek, pasti menyenangkan. Ibu cuma akan pergi sebentar saja. Ibu rindu kamu."
Ucapan tersebut diharapkan akan membuat anak memahami dan sadar bahwa orang tuanya paham akan kekhawatiran atau kecemasan yang dirasakannya.
Hindari pergi diam-diam atau sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan anak. Anak nantinya akan merasa kebingungan dan menjadi semakin khawatir akan ketidakhadiran orang tuanya.
Bangunlah rasa kepercayaan dengan anak dengan cara berpamitan atau cara-cara yang disebutkan di atas tadi. Ini penting supaya kecemasan anak dapat berkurang.
Tetapkan urutan acara, aktivitas, dan rutinitas yang menenangkan sebelum tidur. Contohnya adalah dengan mandi dulu sebelum tidur, lalu mendengarkan cerita atau lagu. Ini akan membuat bayi mengetahui bahwa waktu tidur tiba. Ibu bisa juga membuat bunyi atau suara yang mendampingi bayi selama ibu sedang tidak berada di sekitarnya.
Itulah beberapa cara untuk menangani bayi yang sedang mengalami fase separation anxiety. Terkadang memang melelahkan, tetapi fase ini akan berlalu dengan semakin besarnya anak tercinta. Bila sudah terlewati, bukan tak mungkin suatu saat ibu dan ayah akan merindukan masa-masa ini.
Source : https://www.idntimes.com/
Hamil lagi setelah baru beberapa bulan melahirkan bisa saja terjadi. Ini menyebabkan bayi lahir ketika kakaknya kemungkinan masih butuh menyusu. Mau tidak mau, Mom harus menyusui dua anak sekaligus at...
Batuk dan pilek pada anak mungkin sering dianggap ringan. Namun perhatikan jika kondisi ini dibarengi dengan napas cepat, bisa jadi ini pertanda pneumonia. Pneumonia merupakan infeksi akut yang mengen...
Ketika Mama memiliki bayi perempuan, Mama tentu ingin mendandani si Kecil agar terlihat semakin cantik. Untuk mempercantik penampilannya, Mama akan memakaikan aksesori seperti headband atau ...
Seharian berada di luar ruangan atau sedang berlibur di daerah tropis, membuat kulit terpapar sinar matahari lebih banyak, sehingga kulit pun jadi merah karena terbakar. Lalu, bagi Bunda yang hobi ber...
WhatsApp ×