Sunflower oil adalah minyak yang berasal dari biji bunga matahari yang dikompres. Pada produk skincare wajah, sunflower oil memiliki manfaat untuk menghaluskan kulit wajah Anda. Selain itu, ...

Senin, 30 Oktober 2023 | 16:30 WIB Penulis :
Infeksi telinga pada bayi merupakan keluhan yang cukup sering terjadi. Bayi rentan terkena infeksi telinga karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah. Selain dengan obat-obatan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi infeksi telinga pada bayi di rumah.
Infeksi telinga pada bayi biasanya terjadi pada telinga bagian tengah (otitis media), akibat infeksi bakteri atau virus. Sebagian besar otitis media muncul akibat infeksi yang berasal dari saluran eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan telinga, hidung, dan tenggorokan.
Karena Si Kecil belum dapat berkomunikasi seperti orang dewasa, sehingga tidak bisa memberi tahu kalau telinganya sakit, Bunda perlu lebih cermat memerhatikan tanda-tandanya. Infeksi telinga pada bayi dapat dikenali dari beberapa gejala berikut:
Infeksi telinga pada bayi banyak yang bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Akan tetapi, untuk meringankan keluhan sakit telinga yang membuat Si Kecil rewel, ada beberapa langkah penanganan yang bisa Bunda lakukan, yaitu:
1. Kompres telinga bayi
Untuk membantu meredakan rasa sakit, berikan kompres hangat pada telinga bayi selama 10-15 menit. Sebelum digunakan, peras handuk yang telah direndam air hangat agar tetesan airnya tidak masuk ke telinga bayi.
2. Cukupi kebutuhan cairan
Pastikan bayi tercukupi kebutuhan cairannya dengan memberikan ASI secara rutin. Menelan cairan dapat membantu membuka saluran eustachius, sehingga cairan yang menumpuk di dalam saluran tersebut dapat mengalir.
ASI juga dapat membantu tubuh bayi agar lebih kuat melawan infeksi dan mencegahnya mengalami dehidrasi.
3. Posisikan kepala bayi sedikit lebih tinggi
Saat bayi sedang tidur atau berbaring, posisikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dengan meletakkan 1-2 bantal bayi di bawah tubuhnya, bukan langsung di bawah kepalanya. Hal ini bertujuan untuk melancarkan pengeluaran lendir dan cairan yang menyumbat saluran telinga dan rongga sinusnya.
4. Berikan obat pereda nyeri jika diperlukan
Jika Si Kecil sudah berusia 6 bulan ke atas, Bunda bisa memberikannya obat pereda nyeri, seperti paracetamol, untuk mengurangi rasa sakit pada telinganya. Namun, sebaiknya Bunda berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memberikan obat apa pun kepada bayi.
Hindari memberikan Si Kecil obat batuk pilek yang mengandung dekongestan, antihistamin, serta obat pereda nyeri aspirin, karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi Si Kecil. Hindari juga memberikan antibiotik tanpa anjuran atau resep dokter.
5. Jaga kualitas udara di rumah
Untuk menunjang pemulihan Si Kecil yang sedang sakit, sebisa mungkin ciptakan udara yang bersih di rumah. Jauhkan Si Kecil dari polusi, debu, asap rokok, dan asap kendaraan bermotor, karena akan membuat kondisinya semakin parah.
Bila gejala tidak kunjung membaik setelah 2-3 hari atau justru semakin parah, seperti keluar darah atau nanah dari telinga, maka Bunda perlu segera membawa Si Kecil ke dokter agar dapat diperiksa dan diberikan pengobatan yang tepat.
Apabila tidak segera diobati oleh dokter, infeksi telinga pada bayi dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan yang lebih berat pada telinganya, bahkan menyebabkan pendengarannya terganggu.
Hati-hati ya, Bun, gangguan pendengaran ini nantinya dapat menghambat perkembangan kemampuan berbicara, berbahasa, dan belajar Si Kecil, lho.
Jika dokter memastikan bahwa infeksi telinga pada bayi disebabkan oleh bakteri, maka dokter dapat meresepkan obat infeksi telinga berupa antibiotik. Pemberian antibiotik umumnya dilakukan bila:
Seperti telah disebutkan sebelumnya, kebanyakan kasus infeksi telinga pada bayi dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pemberian obat atau antibiotik. Oleh karena itu, antibiotik tidak harus selalu diberikan setiap kali bayi mengalami infeksi telinga.
Langkah pencegahan juga penting dilakukan agar bayi tidak kembali mengalami infeksi telinga. Caranya adalah dengan memberikan bayi ASI eksklusif, menjauhkan bayi dari asap rokok dan polusi, serta tidak sembarangan membersihkan telinga bayi.
Selain itu, periksakan Si Kecil secara rutin ke dokter anak agar kondisi kesehatan dan tumbuh kembangnya dapat selalu terpantau. Dan jangan lupa, lengkapi imunisasi Si Kecil sesuai jadwal.
Source : https://www.rsannisa.co.id/
Sunflower oil adalah minyak yang berasal dari biji bunga matahari yang dikompres. Pada produk skincare wajah, sunflower oil memiliki manfaat untuk menghaluskan kulit wajah Anda. Selain itu, ...
Orangtua memang bertanggung jawab besar terhadap perkembangan kepribadian anak. Bagaimana pun, pelajaran pertama yang didapat anak adalah dari orangtua, berasal dari rumah. Tapi sebagai orangtua, ...
Demam berdarah adalah salah satu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti. Virus ini dapat menyebabkan demam, sakit kepala, ruam, dan nyeri di seluruh...
Bayi bau tangan merupakan istilah yang kerap digunakan untuk menggambarkan bayi yang terlihat manja. Sebagian masyarakat Indonesia menganggap bahwa kondisi ini bisa terjadi akibat terlalu sering mengg...
WhatsApp ×