Kenali Sleep Regression Pada Bayi

Selasa, 06 Februari 2024 | 17:22 WIB Penulis :


Ketika bayi atau balita mengalami sleep regression, MomDad dapat mengenalinya dengan tanda-tanda sebagai berikut:

  • Menolak untuk tidur siang atau pada waktu tidur
  • Sulit tertidur
  • Waktu tidur siang menjadi lebih singkat atau tidak tidur siang
  • Sering terbangun di malam hari
  • Menjadi rewel 

Tidak banyak penelitian ilmiah terkait sleep regression ini, tetapi literatur yang ada mengaitkannya dengan perkembangan kemampuan bayi dalam tahun-tahun pertama kehidupan (bayi sedang menguasai lonjakan kemampuan tertentu pada usia terjadinya sleep regression) [1].

Beberapa kondisi lain, misalnya bayi memerlukan transisi jam tidur, dari 3 kali tidur siang per hari menjadi hanya 2 kali, merasakan cemas perpisahan, keinginan menjadi mandiri, hingga perubahan besar dalam keseharian (potty training, kehadiran adik, perubahan tempat tidur) juga dapat dikaitkan dengan sleep regression [1,2].

Namun, penting diingat bahwa perlu dievaluasi adanya kondisi lain yang menyebabkan anak sulit tertidur, misalnya nyeri, alergi, teething, growing pains, refluks asam lambung, atau kondisi lingkungan yang tidak menunjang bayi tidur.

Umumnya, bayi mengalami sleep regression pada usia 4 bulan, 6 bulan, 8 bulan, 12 bulan, 18 bulan, dan usia 2 tahun. Kondisi ini juga akan berlangsung kira-kira selama 2-6 minggu [3].

 

Apabila si Kecil mengalami sleep regression, MomDad bisa mengatasinya dengan menerapkan beberapa cara berikut [2,3]:

  • Tetap berikan anak rutinitas tidur (sleep hygiene) yang konsisten setiap hari, misalnya dengan membacakan cerita, mandi sore hari, membunyikan musik yang tenang, dan mematikan lampu sebelum tidur.
  • Pantau tanda-tanda anak yang mulai mengantuk seperti mengucek mata, menguap, dan jangan sampai waktu mengantuk tersebut terlewati, misalnya dengan lanjut bermain.
  • Pastikan anak sudah kenyang sebelum waktu tidur.

Nah, itu dia ulasan mengenai sleep regression pada bayi. Kondisi ini adalah salah satu dari banyak hal yang akan Mom jumpai pada masa perkembangan si Kecil. Apabila kondisi tersebut terjadi sampai mengganggu kesehatan bayi, segera periksakan ke dokter untuk tahu penyebabnya.

 

Source : https://primaku.com/

Referensi:

  1. Medical News Today. (2021, September 30). What to know about sleep regression stages. Retrieved from https://www.medicalnewstoday.com/articles/sleep-regression-stages
  2. National Sleep Foundation. (2023, January 6). 4-Month Sleep Regression: What It Is and How to Handle It. Retrieved from https://www.sleepfoundation.org/baby-sleep/4-month-sleep-regression
  3. Children's Health. Sleep Regression in Infants and Toddlers. Retrieved from https://www.childrens.com/health-wellness/sleep-regression-in-infants-and-toddlers

Artikel Lainnya

Setelah bayi berusia 6 bulan, pemberian ASI saja sudah tidak cukup lagi untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Maka dari itu, bayi membutuhkan MPASI atau makanan pendamping ASI. Dikutip dari idai.or.id, tu...

Pemberian stimulasi bagi si kecil penting untuk tumbuh kembangnya. Pakar mengatakan pemberian stimulasi bisa dilakukan sejak awal, bahkan sejak anak Pemberian stimulasi bagi si kecil penting untuk tum...

Sepanjang memperhatikan gizi dan tubuh Bunda sehat, silakan saja berpuasa ketika Bunda hamil. Sebenarnya, ibu hamil punya dispensasi untuk tidak menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. Namun, tak sed...

Pada umumnya ASI tidak bisa menyebabkan alergi pada bayi. Jika si Kecil mengalami gejala alergi seperti ruam kulit, muntah, dan diare, hal itu sebenarnya adalah reaksi alergi si Kecil terhadap makanan...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................