Sekitar 43 persen bayi di Indonesia mengalami ruam popok, mulai dari kadar ringan sampai berat. Hal ini menjadikan kulit di sekitar bokong dan paha dalam bayi terlihat kemerah-merahan. Dalam keadaan p...

Rabu, 06 Maret 2024 | 17:18 WIB Penulis :
Saat si kecil sudah memasuki usia 6 bulan, orang tua dapat mulai memberikan MPASI (makanan pendamping ASI) untuk mengenalkan berbagai tekstur dan cita rasa makanan. Namun, pemberian MPASI untuk bayi juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Bahkan, orang tua juga perlu memperhatikan penggunaan berbagai bahan tambahan makanan, seperti gula dan garam untuk MPASI si kecil.
Mari simak ulasan lengkap mengenai penggunaan gula dan garam untuk MPASI bayi melalui artikel di bawah ini.
Bolehkah Menambahkan Gula dan Garam untuk MPASI?
Makanan pendamping ASI atau MPASI adalah jenis makanan yang diberikan untuk membantu melengkapi kebutuhan gizi bayi berusia di atas 6 bulan setelah mendapatkan ASI eksklusif. World Health Organization (WHO) merekomendasikan untuk meningkatkan variasi menu serta mengenalkan berbagai tekstur MPASI kepada bayi secara bertahap untuk menyesuaikan kebutuhan nutrisi dan kemampuan bayi dalam mengunyah dan menelan makanan. Namun, bagaimana dengan cita rasa MPASI? Bolehkah menambahkan garam untuk MPASI?
Berbeda dengan tekstur MPASI yang perlu divariasikan seiring dengan pertambahan usia bayi, penggunaan garam untuk menambah cita rasa MPASI tidak disarankan apabila si kecil masih berusia di bawah 12 bulan. Pasalnya, organ ginjal bayi masih belum berkembang dengan sempurna untuk mencerna dan mengolah garam layaknya orang dewasa.
Selain itu, langit-langit mulut bayi juga masih belum berkembang dengan sempurna yang membuat ia cenderung belum memiliki preferensi terhadap berbagai cita rasa, termasuk rasa asin. Jika ingin menambahkan garam pada menu MPASI, sebaiknya berikan dalam jumlah sedikit saja untuk membantu mengenalkan cita rasa yang berbeda. Lalu, jika si kecil telah berusia 1–3 tahun, orang tua dapat menambahkan garam pada MPASI sebanyak ¼ sendok teh.
Di sisi lain, penggunaan gula untuk MPASI masih dibolehkan untuk membantu bayi dalam mengenal dan membedakan rasa. Namun, takaran gula yang diperkenankan hanya berkisar 5–10% dari total kebutuhan energi harian bayi. Lebih tepatnya, berikut adalah takaran pemberian gula untuk MPASI yang disarankan.
Bayi usia 6–8 bulan: ½–1 sendok teh gula per hari.
Bayi usia 8–12 bulan: ½–1 ½ sendok teh gula per hari.
Dampak Menggunakan Gula dan Garam untuk MPASI secara Berlebihan
Seperti yang telah dijelaskan di atas, penggunaan gula dan garam untuk MPASI perlu dibatasi guna mencegah berbagai masalah kesehatan pada bayi. Lantas, apa saja dampak menggunakan gula dan garam untuk MPASI secara berlebihan? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Dampak Menggunakan Gula untuk MPASI secara Berlebihan
Menambahkan gula pada MPASI secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit diabetes dan obesitas pada anak. Selain itu, anak yang sudah terbiasa mengonsumsi makanan manis sejak kecil, dapat membuatnya cenderung lebih memilih-milih makanan di kemudian hari, seperti enggan mengonsumsi sayuran karena dianggap terasa hambar.
2. Dampak Menggunakan Garam untuk MPASI secara Berlebihan
Penggunaan garam untuk MPASI secara berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, ketidakseimbangan elektrolit, hipertensi, hingga penyakit jantung pada usia muda.
Selain itu, penggunaan garam untuk MPASI secara berlebihan juga turut meningkatkan risiko gangguan ginjal pada bayi. Kadar garam yang tinggi di dalam tubuh bayi dapat menyebabkan peningkatan pembuangan protein melalui urine. Karena itulah, hal tersebut dapat memengaruhi kerja organ ginjal bayi yang masih belum berkembang dengan sempurna.
Dapat disimpulkan bahwa penggunaan gula dan garam untuk MPASI sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan bayi. Meski begitu, penting untuk tetap memperhatikan takaran penggunaan gula dan garam untuk MPASI agar tidak berlebihan guna menghindari risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Source : https://www.siloamhospitals.com/
Sekitar 43 persen bayi di Indonesia mengalami ruam popok, mulai dari kadar ringan sampai berat. Hal ini menjadikan kulit di sekitar bokong dan paha dalam bayi terlihat kemerah-merahan. Dalam keadaan p...
Memiliki buah hati yang tumbuh dengan baik merupakan impian dari semua pasangan. Mungkin Anda menganggap bahwa ciri-ciri bayi yang sehat adalah kenaikan berat badan saja, namun ternyata masih ada tand...
Makanan yang mengandung zat besi tinggi sangat penting untuk ibu hamil. Pasalnya, ada banyak manfaat zat besi untuk ibu hamil, dari menjaga kesehatan ibu hingga berperan dalam tumbuh kembang...
Menyusui seharusnya menjadi momen intim sekaligus menyenangkan bagi Mums dan juga si Kecil. Namun, nyatanya tidak semua ibu bisa merasakan hal yang serupa. Sebagian ibu justru merasa bahwa menyusui me...
WhatsApp ×