Kemampuan bayi untuk duduk dipengaruhi oleh kemampuan motorik kasarnya, yaitu gerakan yang melibatkan otot-otot besar, seperti otot leher, bahu, perut, punggung, dan pinggang. Selain itu, kemampuan in...

Selasa, 30 September 2025 | 15:26 WIB Penulis :
Hernia terjadi ketika otot-otot yang menopang organ tubuh melemah atau mengalami kelainan, sehingga tidak mampu menahan organ pada posisi yang seharusnya. Kondisi ini tidak hanya dapat dialami oleh orang dewasa, tetapi juga oleh bayi.
Jenis hernia pada bayi yang paling sering dijumpai adalah hernia umbilikalis dan hernia inguinalis. Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda hernia pada bayi berdasarkan jenisnya:
Hernia umbilikalis pada bayi
Hernia umbilikalis ditandai dengan munculnya benjolan lunak di pusar atau sekitar pusar. Kondisi ini dapat terjadi ketika lubang tali pusar tidak tertutup sempurna setelah bayi lahir.
Hernia umbilikalis paling sering terjadi pada bayi dengan berat badan lahir rendah, maupun bayi yang terlahir prematur. Benjolan yang muncul biasanya akan membesar saat bayi batuk, tertawa, dan menangis, tetapi akan mengempis kembali saat ia diam atau berbaring.
Hernia umbilikalis pada bayi umumnya tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala lainnya dan akan hilang dengan sendirinya setelah anak berusia 4–5 tahun.
Namun, bila hernia tetap muncul saat anak berusia lebih dari 5 tahun atau menimbulkan gejala yang mengganggu, seperti benjolan membesar dan berubah warna atau bayi terlihat rewel dan kesakitan di 1–2 tahun pertama kehidupannya, pemeriksaan dan penanganan langsung oleh dokter sangatlah penting dilakukan.
Hernia inguinalis pada bayi
Hernia inguinalis pada bayi bisa disebabkan oleh kelainan atau cacat pada dinding perut, sehingga sebagian usus masuk ke rongga perut bawah dan mencuat ke selangkangan.
Kondisi ini dapat terjadi pada bayi laki-laki maupun perempuan. Namun, kasus hernia inguinalis lebih banyak ditemukan pada bayi laki-laki, terutama yang terlahir prematur. Selain itu, bayi yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat hernia inguinalis sebelumnya juga lebih rentan mengalami kondisi ini.
Hernia inguinalis pada bayi dapat dideteksi dengan memperhatikan area sekitar alat kelamin. Jika terdapat benjolan pada selangkangan atau buah zakar bayi, terutama ketika sedang menangis atau aktif bergerak dan kempis saat berbaring, bayi kemungkinan menderita hernia inguinalis.
Sementara itu, hernia inguinalis pada bayi perempuan dapat berupa benjolan berbentuk lonjong di selangkangan atau labia (bibir kemaluan). Selain munculnya benjolan di sekitar alat kelamin, hernia inguinalis juga dapat menyebabkan bayi lebih rewel dan nafsu makannya menurun.
Telah disebutkan sebelumnya bahwa sebagian besar bayi yang menderita hernia umbilikalis dapat sembuh dengan sendirinya setelah berusia 4–5 tahun.
Namun, jika benjolan yang muncul terasa sakit, menyumbat usus, atau tidak mengecil hingga anak berusia lebih dari 5 tahun, dokter akan merekomendasikan untuk dilakukan operasi. Tindakan operasi juga mungkin akan dilakukan bila gejala-gejala tersebut muncul di 1–2 tahun pertama kehidupannya.
Sementara itu, bayi yang mengalami hernia inguinalis dapat ditangani dengan langkah operasi.
Prosedur operasi ini dilakukan guna menghindari komplikasi yang lebih serius, seperti jaringan tersangkut (hernia inkarserata) atau tidak mendapatkan aliran darah (hernia strangulata), sehingga terjadi kematian jaringan tersebut secara permanen.
Hal lain yang juga perlu Anda perhatikan adalah hindari memijat, mengurut, atau menekan tonjolan tanpa saran dokter karena tindakan ini dapat memperburuk kondisi hernia pada bayi.
Selain dua jenis hernia pada bayi di atas, ada juga hernia diafragma bawaan yang umumnya ditandai dengan bayi kesulitan bernapas atau dadanya tampak besar sedangkan perutnya cekung. Hanya saja, kasus jenis hernia ini terbilang jarang dibandingkan hernia umbilikalis dan hernia inguinalis.
Hernia pada bayi yang dikenali dan ditangani lebih awal akan lebih baik untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. Untuk itu, Anda sebaiknya memperhatikan kondisi Si Kecil dengan seksama setiap kali Anda memandikannya atau mengganti pakaiannya.
source : alodokter.com
Kemampuan bayi untuk duduk dipengaruhi oleh kemampuan motorik kasarnya, yaitu gerakan yang melibatkan otot-otot besar, seperti otot leher, bahu, perut, punggung, dan pinggang. Selain itu, kemampuan in...
Alih-alih melatih bayi berjalan, nyatanya baby walker justru menghambat perkembangan Berjalan adalah salah satu tonggak perkembangan bayi yang dinanti-nanti orangtua. Dimulai dari mampu duduk sendi...
Kedua penyakit tersebut dilaporkan paling banyak menyerang anak-anak balita usia di bawah 2 bulan. Ada beberapa faktor yang dapat membuat seorang anak rentan terkena pneumonia, di antaranya sering&nbs...
Selamat, kini buah hati Anda telah lahir. Rasa bahagia memenuhi hati Anda kala menggendong si Kecil untuk pertama kalinya. Namun, lho kok, mengapa kulit bayi baru lahir tidak tampak hal...
WhatsApp ×