ASI merupakan salah satu hal terbaik yang bisa diberikan seorang ibu kepada buah hatinya. Kandungan ASI yang selalu mengikuti tahap pertumbuhan dan perkembangan bayi sejak lahir tak akan tergantikan o...

Rabu, 04 Februari 2026 | 16:35 WIB Penulis :
Campak dan cacar sering disalahpahami karena sama-sama menimbulkan bintik-bintik di kulit. Namun, kedua penyakit ini memiliki penyebab, pola penyebaran, hingga bentuk ruam yang berbeda lho.
Pada campak, kondisi ini umumnya disebabkan oleh virus Morbillivirus. Sedangkan, cacar biasanya disebabkan oleh virus varicella-zoster. Nah, karena penyebabnya berbeda, penting untuk mengenali perbedaan campak dan cacar dari gejala hingga cara menanganinya.
Untuk membedakan campak (rubeola/measles) dan cacar (varicella) dengan jelas, penting untuk memperhatikan urutan munculnya gejala, bentuk dan penyebaran ruam, serta keluhan lain yang menyertai. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.
Gejala Campak
Urutan munculnya gejala campak yang perlu diperhatikan:
Gejala-gejala ini bisa menetap hingga sekitar 2–3 minggu, kemudian campak bisa sembuh sendiri. Pada anak-anak, campak juga bisa menyebabkan mereka jadi lebih rewel, lesu, dan tidak nafsu makan.
Gejala Cacar Air
Sementara itu, berikut ini adalah gejala cacar air yang umumnya muncul:
Seperti yang sudah disebutkan, perbedaan campak dan cacar tidak hanya dari gejala saja. Cara penularan keduanya hampir sama, tetapi berbeda. Campak sendiri menular lewat percikan udara dan percikan air liur penderita, bahkan tanpa kontak langsung. Sedangkan cacar air lebih mudah menular lewat kontak langsung dengan cairan bintil atau percikan air liur.
Campak dan cacar air sama-sama penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, tetapi cara pengobatannya memiliki perbedaan. Berikut ini penjelasannya:
Pengobatan Campak
Pada campak, belum ada obat khusus yang dapat membunuh virus penyebabnya. Pengobatan yang diberikan umumnya bertujuan agar tubuh mampu melawan infeksi dan meringankan gejala.
Biasanya, penderita campak dianjurkan untuk beristirahat cukup, memperbanyak asupan cairan, serta mengonsumsi obat penurun demam bila diperlukan. Selain itu, pemberian vitamin A sering direkomendasikan karena terbukti dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi campak, terutama pada anak-anak.
Pengobatan Cacar Air
Cacar air biasanya dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi penanganan tetap diperlukan. Sama seperti campak, perawatan suportif sangat penting, seperti istirahat, minum cukup cairan, dan mengonsumsi obat untuk meredakan demam.
Untuk mengurangi rasa gatal, penderita dapat menggunakan lotion yang mengandung calamine atau antihistamin.
Namun, pada kasus cacar air dengan gejala berat atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, dokter bisa memberikan obat antivirus untuk membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi.
Dengan demikian, perbedaan utama pengobatan terletak pada ketersediaan terapi antivirus. Campak hanya ditangani dengan perawatan suportif dan vitamin A, sedangkan cacar air memiliki opsi tambahan berupa obat antivirus bila kondisi pasien dianggap berisiko tinggi.
Nah, itulah perbedaan campak dan cacar yang perlu Anda kenali. Secara umum, kedua kondisi ini memiliki perbedaan yang terletak pada penyebab virus, cara penyebaran, pola ruam, dan pilihan pengobatan.
Campak menular lebih cepat melalui udara dengan ruam berurutan dari wajah ke bawah, sedangkan cacar air menular terutama lewat kontak langsung dengan ruam acak di seluruh tubuh.
Pengobatan campak hanya berupa perawatan suportif ditambah vitamin A, sementara cacar air dapat ditangani dengan perawatan suportif dan opsi antivirus bila diperlukan.
Dengan memahami perbedaan ini, Anda dapat lebih waspada serta mampu mengenali gejala lebih cepat, Jadi, Anda bisa segera mencari penanganan medis bila diperlukan.
Source : alodokter.com
ASI merupakan salah satu hal terbaik yang bisa diberikan seorang ibu kepada buah hatinya. Kandungan ASI yang selalu mengikuti tahap pertumbuhan dan perkembangan bayi sejak lahir tak akan tergantikan o...
Demam merupakan pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang melakukan perlawanan terhadap gangguan, akibat infeksi maupun perubahan lainnya. Meski begitu, bantu anak untuk mengurangi demam dengan mem...
Beberapa minggu lalu, si Bayi masih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Namun memasuki usia 4 bulan, ia mulai lebih banyak membuka matanya selama beberapa jam untuk bermain. Saat bermain, awa...
Ada anggapan, hubungan seks yang sering akan memudahkan terjadinya kehamilan. Enggak juga, kok, Ma. Kehamilan terjadi tidak disebabkan frekuensi berhubungan intim yang sering. Justru, aktivitas seksua...
WhatsApp ×