Bayi di bawah 6 bulan, hanya membutuhkan asupan garam dari ASI. Ketika memasuki fase MPASI hingga usia 12 bulan, mereka membutuhkan 200 mg sodium/hari yang juga bisa didapat dari makanan. J...

Selasa, 28 April 2026 | 13:08 WIB Penulis :
Tak perlu panik jika napas Si Kecil yang baru lahir berbunyi atau terdengar seperti mendengus. Ini karena bayi baru lahir masih perlu waktu beradaptasi untuk bernapas melalui hidungnya. Kondisi ini biasanya berlangsung selama beberapa minggu.
Napas berbunyi pada bayi yang baru lahir bisa juga disebabkan oleh adanya lendir di dalam hidung. Saluran napas bayi belum bisa membersihkan sendiri lendir ini dengan baik, sehingga aliran udara saat bernapas melalui hidung akan memunculkan bunyi.
Selain itu, saluran napas bayi baru lahir masih berukuran sempit. Ini juga dapat membuat lendir mudah terjebak di jalan napas dan menimbulkan suara ketika ia bernapas.
Walau demikian, napas berbunyi pada bayi baru lahir bisa juga menandakan Si Kecil mengalami kesulitan bernapas. Salah satu penyebabnya adalah bronkiolitis. Biasanya, kondisi ini disertai gejala lain, yaitu bayi tampak sesak, pucat, bibir kebiruan, demam, dan lemas.
Bronkiolitis adalah peradangan akibat infeksi virus pada bronkiolus, yaitu saluran pernapasan terkecil di dalam paru-paru. Bronkiolitis sering terjadi pada anak-anak berusia di bawah dua tahun. Bayi baru lahir pun bisa mengalaminya, tetapi lebih umum terjadi pada usia 2–6 bulan dan bayi prematur.
Ada beberapa gejala bronkiolitis, di antaranya:
Meskipun bronkiolitis umumnya ringan, bayi dengan kondisi tertentu bisa mengalami bronkiolitis yang parah, misalnya bayi yang terlahir prematur, menderita penyakit jantung bawaan, atau memiliki cacat bawaan lahir.
Napas bayi baru lahir berbunyi yang disebabkan oleh bronkiolitis perlu mendapat perawatan medis. Apabila bayi tampak sesak, dokter akan melakukan penyedotan lendir di jalan napas bayi untuk melegakan pernapasannya. Jika diperlukan, dokter juga akan memberikan oksigen kepada bayi, serta cairan infus untuk mencegah dehidrasi.
Untuk bronkiolitis yang ringan, penanganan bisa dilakukan secara mandiri di rumah dengan beberapa cara berikut ini:
Dengan perawatan yang memadai, bronkiolitis biasanya akan membaik dalam waktu 10 hingga 14 hari. Pemberian antibiotik tidak diperlukan, karena bronkiolitis disebabkan oleh virus. Jika terdapat demam, bisa diberikan obat penurun demam, seperti paracetamol.
Untuk memudahkannya bernapas ketika tidur, baringkan bayi dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi. Namun, hindari menyangga kepala bayi dengan bantal bila usianya masih di bawah satu tahun.
Napas bayi baru lahir berbunyi memang umumnya adalah hal yang normal. Namun, kondisi Si Kecil tetap harus dipantau dengan baik. Segera bawa Si Kecil ke dokter jika napas berbunyi dan disertai sesak, bayi tampak pucat atau kebiruan, serta tidak mau menyusu.
Source :halodokter.com/
Bayi di bawah 6 bulan, hanya membutuhkan asupan garam dari ASI. Ketika memasuki fase MPASI hingga usia 12 bulan, mereka membutuhkan 200 mg sodium/hari yang juga bisa didapat dari makanan. J...
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan langkah yang sangat baik untuk memudahkan bayi dan ibu dalam memulai proses menyusui. Berbagai macam keuntungan didapatkan dari proses `baik untuk ibu maupun bayi...
Semakin meluas wabah virus Corona, semakin banyak pula informasi yang beredar perihal upaya untuk membunuh virus tersebut. Salah satunya adalah dengan mesin pengering tangan. Benarkah demikian? Men...
Memberikan makan pada anak memang agak 'tricky'. Bisa saja ia mudah sekali makannya atau justru sebaliknya. Peran orangtua bisa memengaruhi gaya makan serta kesehatannya. Coba lakukan 6 ha...
WhatsApp ×