Preeklampsia Pada Kehamilan

Kamis, 21 Juli 2016 | 10:33 WIB Penulis : Erni Wulandari


Preeklampsia merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada kehamilan di dunia. Kematian pada umumnya terjadi akibat keterlambatan penanganan serta ketidaktahuan ibu mengenai Preeklampsia. Dan di negara berkembang, 30% dari total kematian anak saat dilahirkan disebabkan oleh Pre-Eklampsia. Kekurangan gizi menjadi salah satu penyebabnya.

Preeklampsia adalah gejala terjadinya hipertensi pada masa kehamilan yang ditandai dengan 3 gejala khas, yakni naiknya tekanan darah di atas 140/90 mmHG, pembengkakan anggota tubuh, dan adanya protein di dalam air seni ibu. Kehamilan ganda, obesitas, sejarah medis adanya darah tinggi, diabetes atau kelainan ginjal dan kehamilan pada masa remaja atau di atas 40 tahun merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Preeklampsia.

          Tingginya tekanan darah mengakibatkan mengecilnya pembuluh darah di uterus, yang berfungsi memberi janin oksigen serta semua nutrisi yang diperlukan. Akibatnya, perkembangan bayi pun terhambat. Karena itu sangat penting mewaspadai bahaya Preeklampsia, terutama bagi Bunda yang beresiko tinggi terkena Preeklampsia. Jika Preeklampsia makin parah bisanya akan ditandai dengan kejang bahkan hingga koma. Solusi yang ditawarkan biasanya adalah dengan melahirkan bayi lebih awal jika dirasa janin sudah matang atau jika Preeklampsia ini sudah pada taraf yang sangat membahayakan bagi ibu dan janin.

 

 

 

Artikel Lainnya

Umumnya bayi berkeringat ketika mereka kepanasan, demam, atau terlalu aktif bergerak. Namun, ada juga bayi yang berkeringat saat tidur lelap. Apakah hal ini normal dan apa sih penyebabnya? Sama sep...

Menatap wajah si Kecil, merasakan nafasnya yang lembut, dan mendekapnya dengan lembut saat menyusui, sungguh membuat hati terasa tentram ya, Bu. Rasanya, segala penat hilang seketika. Momen menyusui m...

ASI merupakan sumber makanan utama bagi bayi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Namun terkadang, beberapa bayi bisa mengalami ruam atau gejala lainnya setelah minum ASI. Gejala-gejala ini mirip dengan...

Umumnya, bayi bisa tengkurap antara usia 3-5 bulan. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap bayi berkembang pada kecepatannya masing-masing. Bayi 4 bulan belum bisa tengkurap tidak selalu menanda...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................