Mengenali Alergi Susu Sapi pada Anak

Selasa, 16 Agustus 2016 | 16:11 WIB Penulis : Erni Wulandari


Yang dimaksud dengan alergi susu sapi

Alergi adalah reaksi hipersensitivitas yang dicetuskan melalui reaksi imunologi; salah satunya oleh protein susu sapi. Sedangkan reaksi hipersensitivitas adalah gejala klinis akibat paparan zat tertentu, yang pada anak normal paparan tersebut tidak menimbulkan gejala (dapat ditoleransi oleh anak normal).

Penyebab

Banyak faktor mengapa bayi mengalami alergi terhadap protein susu sapi, antara lain (1) faktor genetik, 40% bayi yang lahir dari ibu penderita alergi kemungkinan akan mengalami alergi pula di kemudian hari; (2) Terpapar bahan alergi, bahan tidak saja yang dimakan oleh bayi secara langsung tetapi juga yang dimakan oleh ibu menyusui; (3) Faktor lain yang ikut berkontribusi, seperti polusi udara, asap rokok, bintang piaraan, cuaca.

Gejala klinis

Alergi protein susu sapi dapat mengenai berbagai organ tubuh anak, misalnya saluran napas memperlihatkan gejala pilek dan batuk berulang, saluran cerna memperlihatkan muntah, sakit perut berulang serta diare yang dapat disertai darah, kulit kemerahan dan biduran. Bahkan pada reaksi yang berat dapat menimbulkan bengkak pada beberapa bagian tubuh, seperti mata, telinga, bahkan sampai syok (meski jarang). Bila ditemukan gejala tersebut dan tidak respon terhadap terapi standar apalagi disertai adanya riwayat alergi dalam keluarga, maka dapat dipikirkan kemungkinan adanya reaksi alergi anak tersebut.

Rentang usia yang rentan terhadap alergi susu sapi

Kejadian alergi susu sapi dilaporkan 5-7,5% pada bayi yang mendapat susu sapi. Kejadian tersebut akan berkurang hingga tinggal 30-40% dari bayi tersebut pada usia 12 bulan dan terus berkurang hingga 5% pada usia 3 tahun.

Pencegahan

Retriksi makanan yang bersifat alergi selama ibu hamil TIDAK dianjurkan. Begitu pula saat ibu menyusui tidak perlu meretriksi makanan ibu, selama bayi tidak memperlihatkan gejala alergi. Pencegahan yang paling baik adalah memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan.

Terapi

Bagaimana caranya agar reaksi alergi protein susu sapi tidak terjadi. Caranya adalah menghindarkan bayi dari protein susu sapi (susu sapi dan produknya) sampai usia 12 bulan (sesuai dengan perjalanan penyakit alergi protein susu sapi). Bila masih memperlihatkan gejala alergi dapat diteruskan sampai uisa 2 atau 3 tahun.

Susu pengganti

Dapat terjadi reaksi silang dengan beberapa jenis makanan lainnya seperti soya (kedelai), telur, ikan laut dan kacang tanah. Dilaporkan bahwa 10-30% bayi yang alergi terhadap protein susu sapi juga alergi terhadap soya. Idealnya bila bayi sudah mendapat susu formula, maka susu penggantinya adalah susu yang sebagian besar rantai proteinnya sudah dihidrolisis (dipecah) menjadi rantai pendek atau diberikan susu yang mengandung asam amino pada keadaan klinis yang berat. Apabila bayi tidak menyukai rasanya atau orangtua berkeberatan dengan harga yang terlalu mahal, maka dapat dicoba susu soya, dengan catatan kita harus memperhatikan klinisnya dengan ketat, mengingat masih ada kemungkinan 10-30% yang alergi terhadap soya.

Yang perlu diperhatikan agar anaknya terhindar dari alergi susu sapi?

Hal yang perlu diperhatikan oleh para orangtua agar bayi yang dilahirkan terhindar atau kemungkinan kecil berkembang menjadi alergi terhadap protein susu sapi di kemudian hari, yaitu (1) berikan ASI eksklusif sampai bayi beusia 6 bulan dan (2) Kendalikan lingkungan: cuaca, hindarkan karpet, binatang peliharaan, dan asap rokok.

 

Sumber : Ikatan Dokter Anak Indonesia http://goo.gl/psG7pK

Dr. Badriul Hegar, PhD, SpA(K)

Divisi Gastroenterologi FKUI-RSCM

 

Artikel Lainnya

Virus Zika, layaknya virus penyakit lainnya bisa dihindari. Ini yang dapat dilakukan agar anak terhindar dari infeksi virus Zika.   1. Hindarkan anak dari gigitan nyamuk dengan mengoleskan kri...

Semakin meluas wabah virus Corona, semakin banyak pula informasi yang beredar perihal upaya untuk membunuh virus tersebut. Salah satunya adalah dengan mesin pengering tangan. Benarkah demikian? Men...

Kebanyakan orangtua masih beranggapan bahwa bayi memang perlu menangis supaya jantung dan paru-parunya lebih kuat. Parahnya, beberapa orangtua sengaja membuat anaknya menangis. Benarkah? Menurut Wi...

Ciri-Ciri Gangguan Oromotor Ada beberapa tanda jika anak mengalami gangguan oromotor, yaitu: 1. belum bisa makan nasi saat usia 1 tahun, dan makanan harus selalu dilembutkan pada usia di bawah...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................