Sebenarnya si Bayi sedang menahan napasnya dan ini sangat berbahaya lho, Ma! Siapa yang tidak merasa takut ketika mengetahui bayinya tidak bersuara selama beberapa detik ketika ia menangis. Panik, ...

Senin, 21 Desember 2020 | 13:23 WIB Penulis :
Bunda mungkin sering menemukan hati ayam dalam resep-resep makanan pendamping ASI untuk bayi (MPASI). Hal ini dikarenakan hati ayam mudah diolah dan memiliki banyak nutrisi untuk tumbuh kembang bayi. Jadi, apa saja manfaat hati ayam untuk bayi? Simak jawabannya di sini.
Seiring tumbuh kembang bayi, kebutuhan nutrisinya tidak lagi dapat tercukupi melalui ASI atau susu formula. Oleh karena itu, agar asupan nutrisi bayi tetap terjaga, pemberian ASI harus disertai pula dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Salah satu menu makanan MPASI yang baik untuk bayi adalah hati ayam.
Hati ayam sering disebut sebagai makanan super (super food) karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan beragam. Berikut ini adalah berbagai jenis nutrisi yang terdapat pada seporsi hati ayam untuk MPASI (sekitar 28 gram):
Hati ayam juga mengandung beragam nutrisi dan antioksidan yang penting untuk kesehatan bayi, seperti likopen, lutein, vitamin B, dan vitamin E.
Berkat kandungan gizinya yang melimpah, tidak mengherankan jika hati ayam selalu hadir dalam inspirasi menu MPASI. Tak hanya itu, hati ayam juga memiliki tekstur yang lembut, sehingga mudah dikonsumsi oleh bayi.
Kandungan nutrisi yang tinggi pada hati ayam, menjadikan bahan makanan ini memiliki beragam manfaat untuk bayi, di antaranya:
1. Mencegah anemia
Hati ayam banyak mengandung zat besi dan vitamin B12 yang dapat mencegah anemia. Zat besi dan vitamin B12 sendiri berperan dalam pembentukan sel darah merah yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Jumlah asupan zat besi yang direkomendasikan untuk bayi berusia 6–11 bulan adalah sekitar 11 miligram per harinya. Sementara itu, bayi membutuhkan vitamin B12 sebanyak 1,5 mikrogram per hari. Asupan nutrisi tersebut bisa dipenuhi dengan cara memasukkan hati ayam ke dalam menu MPASI.
2. Menjaga kesehatan mata
Kandungan vitamin A dan antioksidan lutein serta likopen pada hati ayam sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata bayi. Dalam sehari, bayi usia 6–11 bulan memerlukan 400 mikrogram vitamin A. Dengan tercukupinya asupan vitamin A, bayi akan berisiko lebih rendah mengalami gangguan penglihatan.
3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Selain baik untuk kesehatan mata, vitamin A juga berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Di masa pandemi seperti sekarang, kekebalan tubuh menjadi faktor penting agar bayi tidak mudah tertular penyakit. Penuhi asupan vitamin A bayi dengan memberikan hati ayam dalam jumlah yang tepat.
4. Membantu perkembangan otak dan sistem saraf
Kandungan kolin, lemak, serta protein di dalam hati ayam penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, hati ayam dapat mendukung tumbuh kembang otak dan kecerdasan bayi. Kebutuhan kolin pada bayi usia 6–11 bulan adalah 125 miligram per harinya.
5. Mendukung tumbuh kembang bayi
Hati ayam mengandung protein dan folat yang berperan penting dalam tumbuh kembang bayi. Bayi akan tumbuh lebih lambat dibanding bayi normal seusianya jika kekurangan nutrisi seperti protein dan folat. Dalam sehari, bayi usia 6–11 bulan memerlukan 9 gram protein dan 80 mikrogram folat.
Meski hati ayam memiliki banyak manfaat, pemberiannya harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan harian bayi. Hati ayam mengandung vitamin A yang tinggi, sehingga dapat memicu kelebihan vitamin A (hipervitaminosis A) bila dikonsumsi berlebihan.
Agar nutrisi yang diperlukan Si Kecil tercukupi, imbangi juga dengan konsumsi sayur dan buah-buahan. Selain itu, ragamkan menu MPASI dengan mencoba bahan makanan lain agar Si Kecil tidak bosan.
Jika Si Kecil mengalami alergi saat mengonsumsi hati ayam, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan saran mengenai bahan makanan penggantinya. Jika Si Kecil tidak alergi terhadap hati ayam, Anda juga bisa bertanya kepada dokter tentang manfaat dan porsi hati ayam yang tepat untuk Si Kecil.
Source: alodokter.com
Sebenarnya si Bayi sedang menahan napasnya dan ini sangat berbahaya lho, Ma! Siapa yang tidak merasa takut ketika mengetahui bayinya tidak bersuara selama beberapa detik ketika ia menangis. Panik, ...
Siapa yang tak suka yogurt? Olahan fermentasi susu ini banyak digemari karena memiliki rasa yang menyegarkan dan kaya manfaat. Namun sebagian ibu mungkin merasa ragu memberi yogurt untuk ...
pa Manfaat Daun Katuk untuk Kesuburan? Mengandung banyak nutrisi penting di dalamnya, daun katuk memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan di dalamnya. Namun, apakah daun katuk dapat membantu meni...
Cara terbaik untuk meningkatkan perkembangan bahasa bayi termasuk pada tahapan mengoceh ini, adalah dengan menirukan ucapan dan mengajaknya bicara. Ini akan membantu mengembangkan keterampilan bahas...
WhatsApp ×