Predikat 'hebat' tidak hanya dimiliki oleh ibu, Bunda sebagai ayah pun bisa memiliki predikat ini. Ayah hebat! Sudah siap menjadi ayah hebat? Tenang, tidak sesulit yang Bunda bayangkan,&n...
Rabu, 28 Juli 2021 | 09:21 WIB Penulis :
Teh hitam, hijau, putih, matcha, chai, dan oolong semuanya bersumber dari daun tanaman camellia sinensis. Semua jenis teh tersebut mengandung kafein, stimulan alami yang harus dibatasi selama kehamilan.
Sebagian besar teh berkafein dianggap aman untuk diminum selama kehamilan, asalkan total asupan kafein harian tidak melebihi 300 mg. Jika Mama sangat sensitif terhadap kafein, usahakan tidak melebih 100 mg per hari.
Setiap 240 ml teh mengandung kafein sebanyak:
Untuk menghindari risiko bagi Mama dan janin, berikut tips aman minum teh saat hamil:
Teh herbal yang mengandung bahan-bahan berikut mungkin aman dikonsumsi selama kehamilan:
Namun Mama juga perlu berhati-hati sebelum mengonsumsi teh herbal karena tidak semua kandungan teh herbal aman untuk ibu hamil. Salah-salah, konsumsi teh herbal tertentu dapat berisiko menyebabkan kelahiran prematur, cacat lahir, perdarahan, mual, muntah, atau diare. Jika Mama mengonsumsi obat tertentu, pastikan teh herbal yang Mama minum aman jika diminum bersamaan dengan obat tersebut.
Namun meski dianggap aman, ada beberapa kontroversi mengenai apakah teh herbal aman selama trimester pertama kehamilan. Karena itu, sebaiknya hindari teh herbal selama masa kehamilan.
Source: PopMama
Predikat 'hebat' tidak hanya dimiliki oleh ibu, Bunda sebagai ayah pun bisa memiliki predikat ini. Ayah hebat! Sudah siap menjadi ayah hebat? Tenang, tidak sesulit yang Bunda bayangkan,&n...
Kegiatan minum susu perlu dibiasakan pada anak secara rutin agar tubuhnya sehat dan kuat. Namun, bagaimana jika ia menolak minum susu? Jangan panik dulu, Bunda. Mungkin hanya perlu sedikit taktik untu...
Selain untuk topping dan camilan enak, keju juga bisa diolah menjadi bahan makanan pelengkap untuk MPASI. Keju untuk MPASI bisa menambah cita rasa dan mendukung kebutuhan gizi hari...
Salah satu kebiasaan yang muncul ketika balita sudah bisa menggenggam barang adalah melempar. Hampir semua barang dilempar sehingga rumah berantakan. Sebenarnya, ada banyak alasan balita melepar ba...
WhatsApp ×