Kenali Kualitas Udara Yang Baik

Rabu, 22 Juni 2022 | 16:34 WIB Penulis :


Waspadai dampak pencemaran udara, kenali kualitas udara Yang Baik

Anda mungkin sudah sering melihat unggahan yang menggambarkan kualitas udara dengan satuan Air Quality Index (AQI). AQI adalah suatu satuan yang menghitung kualitas udara mulai dari angka 0 hingga 500. Semakin tinggi angka AQI, maka kualitas udara semakin buruk.

Berikut ini rentang kualitas udara berdasarkan AQI:

  • 0-50: sehat. Kualitas udara memuaskan dan tidak berisiko menimbulkan dampak pencemaran udara. 
  • 51-100: sedang. Kualitas udara cukup sehat, namun dapat berisiko bagi sebagian kecil orang dengan riwayat penyakit tertentu. 
  • 101-150: tidak sehat untuk individu yang sensitif. Kelompok yang termasuk kategori individu sensitif adalah penderita penyakit paru-paru dan jantung serta individu yang berisiko lebih besar terpapar lapisan ozone.
  • 151-200: tidak sehat untuk semua kelompok individu. Dampak pencemaran udara mulai terasa untuk semua kelompok individu, namun dampak terparah dapat dirasakan kelompok individu yang sensitif.
  • 201-300: sangat tidak sehat. Kualitas udara pada angka ini berisiko menyebabkan gangguan kesehatan serius pada semua kelompok individu.
  • 301-500: berbahaya. Kualitas udara sangat berbahaya dan sudah masuk ke dalam tahap gawat darurat. Dampak pencemaran udara bisa terjadi pada seluruh populasi area tersebut.

Jika area tempat tinggal Anda sudah memiliki AQI di atas 100, sebaiknya segera mulai langkah-langkah lebih serius untuk mengurangi pencemaran udara yang terjadi, sebelum dampaknya merusak kesehatan penduduk, terutama bayi dan anak-anak.

 

Source: https://www.sehatq.com/

Artikel Lainnya

Memasuki musim hujan seperti saat ini, tentunya aktivitas Si Kecil di luar rumah jadi terbatas. Agar tak bosan, Mamas bisa mengajak Si Kecil bermain bersama. Hujan yang semakin sering turun, membua...

Sejak baru dilahirkan, bayi sudah belajar berkomunikasi. Salah satu tanda komunikasi terjadi pertama kali pada seorang bayi adalah saat dia menyadari bahwa kalau menangis dia akan mendapat susu dari m...

Berdasarkan teori Charles Shubin, profesor pediatrik dari Universitas Maryland, Amerika Serikat, yang dilansir dari Parenting Indonesia, setiap anak lahir ke dunia dengan sistem kekebalan yang be...

Tahapan tumbuh kembang anak berbeda-beda sesuai usianya. Ketika anak berusia 2 tahun, otaknya akan mengalami perkembangan yang begitu pesat. Proses ini bisa mendukung anak untuk cepat belajar dan me...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................