Cara-cara meningkatkan minat baca pada anak-anak Untuk meningkatkan minat baca pada anak orang tua bisa melakukan beberapa alternatif cara untuk menarik minat anak pada kebiasaan membaca. Cara-cara...
Selasa, 30 September 2025 | 17:32 WIB Penulis :
Bayi sebenarnya sudah bisa berenang sejak ia lahir. Meski demikian, waktu terbaik untuk membawa bayi ke kolam renang adalah saat ia berusia 6 bulan ke atas.
Selain menyenangkan, berenang memberikan banyak manfaat untuk bayi, seperti meningkatkan fungsi kognitif dan rasa percaya diri hingga melatih keseimbangan. Namun, pastikan Anda memilih kolam renang bayi yang tepat agar manfaatnya bisa diperoleh secara maksimal.
Sebelum Anda mengajak Si Kecil berenang, berikut ini adalah beberapa tips memilih kolam renang bayi yang aman:
1. Hindari membawa bayi ke kolam renang umum
Jika belum bayi belum berusia 6 bulan, pastikan Bunda tidak membawanya ke kolam renang umum. Alasannya, air pada kolam renang umum terlalu dingin untuk bayi di usia ini. Suhu air kolam yang disarankan untuk bayi pada usia tersebut adalah sekitar 32°C.
Jika Anda melihat tubuhnya mulai menggigil saat berenang, segera angkat Si Kecil dari kolam renang dan langsung hangatkan tubuhnya dengan handuk. Bayi lebih mudah mengalami penurunan suhu tubuh dibandingkan orang dewasa sehingga tidak dianjurkan untuk berenang terlalu lama.
2. Pastikan kedalaman kolam renang cocok untuk bayi
Pilihlah kolam renang bayi dengan kedalaman yang cocok untuk Si Kecil. Ketinggian air kolam renang yang disarankan untuk bayi adalah 7–10 cm atau hingga mencapai pundak bayi. Hal ini bertujuan agar tubuhnya tetap hangat dan memudahkannya bergerak di air.
3. Hindari air kolam renang yang mengandung klorin
Air pada kolam renang umum biasanya mengandung klorin. Zat kimia ini dapat menimbulkan iritasi, karena kulit bayi umumnya masih sangat sensitif. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk lebih selektif dalam memilih kolam renang untuk bayi dan pastikan kolam tersebut tidak menggunakan klorin.
Setelah berenang, segera mandikan Si Kecil agar zat kimia yang terkandung pada air kolam renang tidak menyebabkan iritasi pada kulitnya.
4. Pilih kolam renang yang terjaga kebersihannya
Bayi memiliki kekebalan tubuh yang lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih kolam renang bayi yang terjaga kebersihannya untuk mengurangi risiko bayi terkena infeksi bakteri.
Selain itu, bayi belum bisa mengontrol kepalanya dengan baik, sehingga risiko bayi menelan air kolam saat berenang cukup tinggi. Jadi, jangan biarkan Si Kecil berenang sendiri tanpa pengawasan.
5. Gunakan kolam renang plastik
Jika di sekitar tempat tinggal tidak ada kolam renang bayi, Anda bisa menggunakan kolam renang plastik untuk mengenalkan bayi dengan kegiatan berenang. Anda juga bisa mengajarkannya berenang menggunakan bathtub di rumah, jika tersedia.
Sebelum mengisi air untuk renang, pastikan bagian dalam kolam renang plastik bersih dari kotoran. Untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit, mandikan Si Kecil dengan sabun dan air yang bersih sebelum dan sesudah berenang di kolam renang plastik.
Setelah pemakaian, bersihkan kolam renang plastik dan biarkan mengering. Jika sudah mengering dengan sempurna, jemur di bawah sinar matahari setidaknya selama 4 jam.
Ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan sebelum membawa Si Kecil ke kolam renang anak, yaitu:
Selain memilih kolam renang bayi yang aman, pastikan pula Bunda selalu berada di sisinya saat Si Kecil berenang. Awasi dan jaga bayi agar tidak tenggelam atau mengalami hal-hal yang membahayakan dirinya.
Bunda juga bisa berkonsultasi dengan dokter sebelum membawa Si Kecil ke kolam renang bayi guna memastikan apakah kondisi kesehatannya memungkinkan atau tidak untuk berenang.
Source : alodokter.com
Cara-cara meningkatkan minat baca pada anak-anak Untuk meningkatkan minat baca pada anak orang tua bisa melakukan beberapa alternatif cara untuk menarik minat anak pada kebiasaan membaca. Cara-cara...
“Anak saya itu beberapa kali kalau lagi sedang main bersama temannya, lalu mainannya direbut, reflek temannya langsung dipukul. Cepet banget gerakannya, ampe ga sempet saya tahan tangannya. Pada...
Gigi permanen Anda sudah terbentuk di dalam gusi Anda di tulang rahang selama masa kanak-kanak. Gigi permanen muncul ketika gigi susu hilang. Mahkota dari hampir semua gigi permanen terbentu...
Tindakan balita yang masih tak terkontrol terkadang membuat Bunda 'gemas'. Tanpa sadar, terkadang Bunda pun kelepasan membentaknya untuk menunjukkan sisi tegas Bunda. Menurut Dr. Ming-Te Wang,...
WhatsApp ×