-- Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menetapkan sejumlah persyaratan bagi anak usia 6-11 tahun yang bisa diberi suntikan vaksin Covid-19 di fasilitas kesehatan (faskes). Tiap anak ya...
Jumat, 29 Juli 2016 | 10:13 WIB Penulis : Erni Wulandari
Sering kali orang dewasa salah mempersepsikan istilah seks dan seksualitas. Inilah yang menyebabkan mereka akhirnya menjadi menutup diri pada anak. Bunda perlu paham dulu pengertian dari kedua istilah tersebut. Seks adalah segala sesuatu yang menyangkut alat kelamin dan hubungan antar kelamin. Sedangkan seksualitas adalah segala sesuatu yang menyangkut cara berpikir, merasa, berpakaian, mengutarakan pendapat, dan bersikap sesuai dengan jenis kelaminnya.
Ketika Bunda mengajarkan seksulitas pada anak, sebenarnya Bunda sedang mendidik anak mengenai proses kehidupan yang dimulai dari lahir, di masa balita, prasekolah, usia sekolah, praremaja, remaja, dan dewasa. Anak juga diajarkan mengenai ciri kepribadiannya, memberikan identitas yang kuat mengenai perannya sebagai lakilaki dan perempuan, menginformasikan pengalaman menyeluruh mengenai menjadi laki-laki dan perempuan, serta dimensi peran gender. Pendidikan seksualitas juga memberikan pemahaman mengenai sikap, nilai, moral dan persepsi mengenai relasi yang sehat ketika anak menginjak dewasa serta bagaimana mereka harus menjaga kesehatan organ reproduksinya. Pendidikan seksualitas tidak akan mendorong anak untuk melakukan aktivitas seksual, sebaliknya mendorong anak untuk memiliki relasi yang positif dan pemahaman yang positif tentang seksualitas di masa yang akan datang.
Kegugupan dan kegagapan orang tua dalam menjelaskan persoalan seksualitas pada anak sepertinya dipengaruhi oleh budaya mayoritas masyakarat kita yang masih menganggap bahwa seksualitas adalah hal yang tabu dan tidak perlu dibicarakan dalam keluarga. Padahal, ketika anak bertanya, berarti ada kebutuhan dalam diri anak untuk mendapatkan jawaban. Artinya, anak mulai menyadari keberadaan dirinya dan orang lain dalam lingkugan. Secara alami, muncul rasa penasaran, ingin menjelajah, dan melakukan kegiatan eksperimental untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Anak yang minim informasi seputar seksualitas mudah terlena oleh ‘bujuk rayu’ para predator yang ada di sekitar anak.
Nah, apa saja dan bagaimana tahapan pendidikan seksualitas anak?
Usia 0-3 tahun
Usia 3-5 tahun
Usia 6-12 tahun
Sumber : Parenting
-- Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menetapkan sejumlah persyaratan bagi anak usia 6-11 tahun yang bisa diberi suntikan vaksin Covid-19 di fasilitas kesehatan (faskes). Tiap anak ya...
Banyak faktor yang memengaruhi oleh tumbuh kembang anak. Mulai dari nutrisi yang ia dapat hingga stimulus yang didapatkan dari sekitarnya. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan peran ayah dal...
Anak sering mabuk perjalanan saat berpergian dengan mobil? Anak bisa terhindar dari motion sickness atau mabuk perjalanan. Caranya? Lakukan beberapa persiapan pra perjalanan. Misalnya, bicarakan re...
1. Luka pada bibir Rasa nyeri bisa terjadi karena benturan yang keras. Redakan dengan mengompresnya dengan es batu. Kompres ini juga berguna untuk membantu menghentikan pendarahan. Jika si kecil meno...
WhatsApp ×