1. Biasakan memulai hari dengan sarapan gizi seimbang Dengan membiasakan anak sarapan pada pagi hari, anak bisa menjadi lebih bertenaga dan semangat untuk beraktivitas. Karena saat tidur malam hari, ...
Kamis, 04 Agustus 2016 | 15:40 WIB Penulis : Erni Wulandari
Saat si kecil mogok makan jangan dulu panik, cari tahu penyebab dan solusi yang tepat saat balita menjalankan aksi tutup mulit alias mogok makan :
1. Sakit
Kondisi tenggoroakannya yang radang, atau pilek yang bikin balita susah bernapas pastinya bikin napsu makan menurun. Tidak heran kalau menu apapun akan ditolak si kecil. Selain gejala flu, masalah pencernaan seperti sembelit dan asam lambung juga sering bikin anak menolak makan. Saat terserang sakit maag, perut anak sakit, kembung, dan lambungnya jadi sesak.
2. Bosan dengan Menu
Walaupun si kecil penggemar macaroni and cheese, tapi bukan berarti dia mau makan menu yang sama berulang terus untuk sarapan setiap pagi, lho. Ingat juga kalau jumlah yang akan dimakan balita setiap kali tidak akan selalu sama. Dan ingat, reaksi Bunda yang panik menghadapi perilaku balita justru akan membuat balita ingin segera menyudahi acara makannya.
3. Cara Makan yang Tepat
Tidak ada yang salah dengan menu yang Bunda masak, si kecil pun tidak sakit, lalu kenapa dia terlihat enggan makan? Coba teliti bisa jadi anak punya kebiasaan yang tidak benar saat makan. Misalnya dalam mengunyah atau menelan makanan ia terburu-buru. Akibatnya balita sering tersedak atau muntah saat makan. Acara makan pun jadi tidak menyenangkan lagi buat balita. Mengunyah makanan yang dianjurkan adalah sebanyak 33 kali, tapi jika balita belum mahir berhitung, ingatkan untuk mengunyah sampai makanan hancur benar. Proses ini tak hanya supaya makanan mudah ditelan, karena air liur juga akan memecah partikel makanan dan melembutkannya, sehingga mudah dicerna.
4. Variasi Makanan
Kenapa balita kelihatan tidak tertarik mencoba menu baru yang Bunda sajikan? Ingat Bunda, usianya yang masih kecil. Bisa jadi ia asing melihat bentuk brokoli atau belum pernah melihat warna kuning pucat kentang seumur hidupnya. Menurut Ellen O'Leary, Assistant Director of Nutrition & Food Services at WellStar Kennestone Hospital, respon penolakan sangatlah wajar. Jangan dulu putus asa. Ingat balita adalah peniru ulung? Coba contohkan kalau makan makanan baru tersebut dengan riang gembira. Anak pasti akan meniru dan mau mencoba. Dan ingat, ia tak akan langsung suka dan menghabiskan porsi yang Bunda sajikan.
Sumber : AyahBunda
1. Biasakan memulai hari dengan sarapan gizi seimbang Dengan membiasakan anak sarapan pada pagi hari, anak bisa menjadi lebih bertenaga dan semangat untuk beraktivitas. Karena saat tidur malam hari, ...
Ikan mengandung protein dan DHA yang sangat penting untuk pertumbuhan. Protein membantu perkembangan otot dan tubuh, sementara DHA mendukung perkembangan otak, sel saraf, serta indera penglih...
Anak sering bereksperimen dengan kata, dan sangat ingin tahu bagaimana orang dewasa akan bereaksi. Hampir semua anak pernah mengatakan atau mengekspresikan kata kasar. Meski begitu, sering kali ia tid...
Geranium oil (minyak geranium) umumnya digunakan sebagai elemen dalam aromaterapi untuk banyak manfaat kesehatan. Minyak ini digunakan sebagai pengobatan holistik untuk meningkatkan kesehatan fisik...
WhatsApp ×