Alasan mengapa si kecil harus main di luar, bukan bermain gedget. 1. Penurunan perkembangan otak Pada lima tahun pertama hidupnya, otak anak berkembang sangat pesat. Studi menunjukkan bahwa terl...
Jumat, 12 Agustus 2016 | 09:37 WIB Penulis : Erni Wulandari
Pada usia 3-4 tahun si kecil makin lancar bicara. Sekarang dia sudah pandai menyusun satu kalimat yang terdiri lebih dari 3 kata.
Ayo, ajarkan si kecil bicara aturan-aturan berbicara berikut ini:
1. Bergiliran dalam bicara dan mendengarkan
Bercakap-cakap adalah aktivitas yang bergantian, antara “berbicara” dan “mendengarkan”. Harus bergantian agar percakapan jadi menyenangkan. Latih anak melalui simulasi. Misalnya, katakan, “Sekarang Bunda mau menceritakan perjalanan Bunda dari kantor ke rumah. Kamu dengarkan dulu, setelah itu, gantian kamu bercerita tentang kegiatanmu sore ini.” .
2. Harus fokus
Kontak mata adalah alat percakapan terbaik. Menatap lawan bicara berarti anak menghargai lawan bicara. Cara terbaik untuk melatih anak adalah dengan selalu menjaga kontak mata dengan lawan bicara. Segera praktikkan. Setiap Bunda berbicara dengan anak, posisikan tubuh Bunda setinggi tubuh anak dan bicaralah face to face. .
3. Gunakan nada wajar
Latih anak untuk menggunakan nada yang wajar saat berbicara, tidak berteriak atau menjerit, namun bukan berbisik atau bergumam. Orangtua yang berbicara dengan intonasi keras di rumah, biasanya juga akan ditiru oleh anaknya, seperti ditemukan pada keluarga-keluarga di Indonesia dari etnik tertentu.
4. Jaga kecepatan berbicara
Bila sedang bersemangat, kadang-kadang anak bicara terlalu cepat sehingga tidak jelas apa yang dikatakan. Ingatkan anak tarik napas, dan melambatkan bicaranya. Sabarlah mendengarkan anak yang bicaranya lambat sebab masih mencari-cari kata yang tepat, apalagi bila anak bicara gagap. Menyelesaikan kalimatnya akan membuatnya frustasi.
5. Menunggu saat yang tepat untuk berbicara
Kadang-kadang kepala anak begitu penuh informasi, sehingga ia “menyerbu” dengan cerita-ceritanya saat Bunda belum siap mendengengarkan. Agar anak tetap mendapat respon yang baik, ajarkan ia menunggu. Misalnya, dengan mengatakan, “Kamu semangat sekali bercerita, tapi kita habiskan dulu makan malamnya, ya. Terangkan ia bisa tersedak jika makan sambil berbicara.
Faktanya, anak yang tinggal di lingkungan keluarga besar bisa mendengar hingga 12.000 kata dalam sehari, sedangkan anak dari keluarga kecil hanya sekitar 670 kata.
Sumber: Stanford Psychologists
Alasan mengapa si kecil harus main di luar, bukan bermain gedget. 1. Penurunan perkembangan otak Pada lima tahun pertama hidupnya, otak anak berkembang sangat pesat. Studi menunjukkan bahwa terl...
Saat ini anak yang mengalami obesitas terus meningkat. Salah satu penyebabnya adalah pola makan yang buruk dan tidak seimbang. Anak cenderung menyukai makanan yang tinggi kalorinya, cepat saji dan men...
Memasuki usia dua tahun, anak perlahan-lahan sedang mengalami transisi dari bayi ke usia balita. Keterampilan berbicara dan memahami bahasa verbalnya semakin meningkat seiring dengan rasa ingin tahuny...
Pandemi Covid-19 masih menjadi momok menakutkan, terlebih dengan meningkatnya angka kejadian setiap harinya baik di indonesia maupun dunia. Meski tergolong virus mutasi yang baru, namun para peneliti ...
WhatsApp ×