Atasi Rasa Takut Anak

Jumat, 26 Agustus 2016 | 10:06 WIB Penulis : Erni Wulandari


Menurut Mary Dobbins, MD, dokter spesialis anak merangkap psikiater anak dari Illinois, Amerika Serikat, pendekatan yang salah berisiko membuat anak menjadi lebih takut kegelapan. Dengan mengecilkan arti rasa takutnya, kepercayaan dirinya juga bisa ikut terluka. Sebaiknya, bantu anak menaklukkan rasa takutnya dengan cara berikut ini:

  •  Berikan empati. Daripada bilang, “Anak besar seperti kamu semestinya tidak takut gelap,” lebih baik bilang, “Gelap itu kadang-kadang menakutkan, ya.” Lalu, dengarkan curhat-nya tanpa menghakimi ia.
  •  Berikan cahaya. Misalnya, pasang lampu malam atau lampu biasa yang diredupkan di kamarnya.
  •  Mencari bersama-sama. Pada usia ini, imajinasi anak amat tinggi. Jika ia terus berbicara tentang naga atau monster di kolong tempat tidur atau dalam lemari, ajak saja berburu bersama-sama. Usirlah imajinasi yang menakutkannya dengan suara keras dan dramatis.
  • Letakkan ‘penjaga’ di sebelahnya, seperti boneka beruang. Ajari anak berdoa sebelum tidur alias ‘mantra pengusir monster’, dan yakinkan ia bahwa mantra tersebut sangat ampuh.
  • Selesaikan masalahnya. Sebelumnya telusuri dahulu sumber permasalahannya, lalu dampingi anak menyelesaikan masalah tersebut.
  • Berikan pengalaman menyenangkan. Bantu anak menganggap kamarnya sebagai tempat yang aman dan menyenangkan. Misalnya, setelah lampu diredupkan, lakukan ritual berpelukan, dan nyanyikan lagu-lagu lembut pengantar tidurnya. Jika ia suka, hiasi langit-langit kamarnya dengan ornamen benda langit yang berkilau dalam gelap.
    • Hindari pengalaman menakutkan. Jauhi anak dari film-film bertema kekerasan, buku tentang hantu, ataupun cerita seram, yang bisa membangkitkan imajinasi anak ketika sudah berada di bawah selimut. Jangan pula menjadikan monster, hantu, penculik, dan sejenisnya, sebagai ancaman, bila anak tidak mau menuruti perkataan Bunda.

 

Sumber : Parenting

Artikel Lainnya

Dalam keseharian, seringkali anak berperilaku tak sopan. Sekali dua kali mungkin itu bisa dianggap normal. Tapi bila mereka sering bertindak tidak sopan, jangan dibiarkan ya, Moms. Menurut p...

Si kakak masih ASI dan Bunda sedang mengandung, boleh tidak ya. Begini menurut Dr. Judi Januadi Endjun, SpOG, Subbagian Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi FK UPN Veteran/RSPAD Gatot Subro...

xLorem ipsum dolor sit amet, ubique intellegat sit in, his vitae iuvaret dolores at. Ad his tractatos periculis, zril voluptua perpetua ne has. Fierent appetere maiestatis eam in. Quo novum mnesarchum...

Di Indonesia, kasus cacar air (chicken pox) biasanya sering muncul pada musim pancaroba, atau peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus varicella&ndas...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................