Disleksia adalah gangguan yang dialami anak selama proses belajar, baik membaca, menulis, maupun mengeja. Menurut dr. Kristiantini Dewi, Sp.A. dari IndiGrow Child Development Center yang juga Ketua Pe...
Selasa, 06 Desember 2016 | 13:47 WIB Penulis : Erni Wulandari
Autisme adalah gangguan perkembangan yang bisa di amati pada batita. Biasanya anak mengalami gangguan dalam interaksinya dengan orang lain, seperti kesulitan dalam berkomunikasi, pola bermain dan pola emosi yang berbeda pula. Autisme termasuk dalam gangguan PPD (Pervasive Developmental Disorder). Hingga kini Autsisme belum dapat disembuhkan. Anak yang tumbuh dewasa dengan beberapa ciri autisme yang terus dialaminya, namun dengan bantuan terapi ia lebih bisa beradaptasi dengan lingkungannya.
Untuk mengenali apakah anak penyandang autisme atau tidak, ada ciri-cirinya. Misalkan bayi berusia 6-12 bulan perlu dicermati bagaimana cara dia berinteraksi. Jika ada ciri berikut Baiknya Bunda berkonsultasi pada ahlinya,
* Tidak merespon senyuman Bunda
* Tidak bereaksi saat namanya di panggil
* Sulit dialihkan jika sudah mengagumi suatu benda
* Ekspresi muka kurang hidup
* Mudah marah
Pada anak yang lebih besar, Bunda waspada dengan tanda berikut
Autisme terjadi akibat masalah genetis atau teratogen (hal-hal yang menyebabkan kecacatan janin, seperti rokok, alkohol atau obat-obatan yang di konsumsi ibu hamil) atau stres kehamilan yang berat. Penyebab ini masih harus di teliti.
Sebaiknya Bunda selalu amati perkembangan anak, bila berbeda dengan anak lain cek dulu tahap perkembangannya. Jika sangan berbeda segera konsultasikan pada ahlinya. Bila di diagnosis mengalami autisme orangtua harus berbagi tugas sehingga tidak terlalu lelah menanggani si kecil.
Perlukah anak dengan autisme di bawa ke psikolog? Pemeriksaan pertama bisa dilakukan di klinik tumbuh kembang anak. Anak akan diperiksa oleh beberapa ahli untuk di diagnosis gangguan yang dialaminya. Setelah itu Bunda akan diberikan saran untuk perkembangan anak. Biasanya penyandang autis membutuhkan banyak ahli untuk membantunay berkembang lebih adaptif.
Disleksia adalah gangguan yang dialami anak selama proses belajar, baik membaca, menulis, maupun mengeja. Menurut dr. Kristiantini Dewi, Sp.A. dari IndiGrow Child Development Center yang juga Ketua Pe...
1. Fase Tidak Suka Nasi Apabila minggu ini ia tidak suka warna dan bentuk nasi, bisa jadi 2 minggu kemudian ia tidak suka warna dan bentuk pasta, brokoli, atau makanan lain. Hal ini normal...
Anak-anak tidak perlu mengonsumsi sari buah atau minuman manis lainnya untuk menjalankan pola makan yang sehat. Asupan minuman manis mengurangi kualitas pola makan anak Mom, dan berhubungan dengan pen...
Membiasakan anak untuk tidur sendiri merupakan fase penting. Dengan tidur sendiri akan membuat si kecil mengenali rasa ngantuknaya dan juga melatih kemandirian sejak dini. Namun ada beberapa kesalahan...
WhatsApp ×