Bagaimana cara mencegah overfeeding pada bayi?

Senin, 30 Juni 2025 | 16:19 WIB Penulis :


Menghindari overfeeding bukan berarti membuat anak lapar, melainkan belajar menghargai sinyal alami tubuh anak.

Menghindari overfeeding bukan berarti membuat anak lapar, melainkan belajar menghargai sinyal alami tubuh anak. 

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi overfeeding pada bayi.

  • Kenali tanda lapar dan kenyang anak. Misalnya, bayi yang lapar akan membuka mulut saat disentuh pipinya, sedangkan bayi kenyang akan menolak menyusu atau menutup mulutnya.
  • Ikuti jadwal makan yang teratur, tanpa terlalu sering memberi camilan di luar waktu makan utama.
  • Berikan porsi makan sesuai usia anak. Jangan memaksa anak menghabiskan makanan jika ia sudah menunjukkan tanda kenyang.
  • Hindari memberi makanan sebagai hiburan, misalnya saat anak menangis atau bosan. Coba alihkan dengan pelukan atau permainan.
  • Beri kesempatan anak makan sendiri, terutama saat sudah masuk masa makan makanan pendamping ASI (MPASI). Ini membantu anak belajar mengontrol rasa lapar dan kenyang secara mandiri.
  • Konsultasikan pola makan anak secara berkala dengan dokter anak atau ahli gizi, terutama jika ada kekhawatiran soal berat badan.

Perlu diingat kembali bahwa menyayangi anak memang bisa dilakukan lewat banyak cara, salah satunya adalah memastikan ia mendapatkan asupan yang cukup. 

Namun, cukup bukan berarti harus banyak. Overfeeding adalah bentuk perhatian yang keliru dan bisa berdampak pada masa depan anak.

Anak tidak harus kenyang terus-menerus untuk tumbuh sehat. Hal yang terpenting adalah gizi yang seimbang dan sesuai yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi Anda.

Kesimpulan

  • Overfeeding adalah pemberian susu atau makanan secara berlebihan hingga melebihi kapasitas cerna bayi, yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan seperti gumoh, perut kembung, dan rewel terus-menerus.
  • Tanda-tanda overfeeding antara lain muntah atau gumoh berlebihan, perut kembung, BAB sering meski bukan diare, BAB berbau tajam, hingga sulit tidur dan kenaikan berat badan terlalu cepat.
  • Kebiasaan makan yang menyebabkan overfeeding termasuk memberi makan saat anak menangis tanpa memastikan lapar, memaksa anak makan saat sudah kenyang, dan memberi makanan sebagai hiburan.
  • Pencegahan overfeeding bisa dilakukan dengan memahami sinyal lapar dan kenyang anak, memberikan porsi sesuai usia, menghindari makanan sebagai pelipur lara, dan berkonsultasi rutin kepada tenaga kesehatan.

Source: Hellosehat.com 

Artikel Lainnya

Jarak yang terlalu dekat antara melahirkan dengan kehamilan berikutnya atau yang lebih dikenal dengan istilah hamil kesundulan ini, bukan hal yang jarang terjadi. Masih ASI dan belum haid lagi, kok...

Mengetahui kelamin janin menjadi salah satu kabar yang ditunggu-tunggu para calon orang tua. Tak jarang, banyak orang menebak jenis kelamin bayi dari bentuk perut ibunya, lho. Informasi ini sudah dipe...

Banyak orangtua muda zaman sekarang yang suka mengajak bayi mereka bepergian ke tempat umum, seperti mall, meski usia Si Bayi masih sangat kecil. Padahal kepercayaan orang Indonesia yang sering kita d...

Waktu Si Kecil mulai tumbuh gigi, bukan cuma dia yang merasa tidak nyaman, Bunda juga bisa ikut merasa tidak nyaman, lho. Bayi yang baru tumbuh gigi biasanya akan menggigit puting ibunya saat men...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................