Apakah si Kecil selalu berkeringat ketika tidur? Anak saya juga sering mengalami hal yang sama dan sempat membuat saya khawatir, Bu. Saya pun mulai mencari berbagai informasi seputar bayi mengala...

Senin, 15 Agustus 2016 | 17:25 WIB Penulis : Erni Wulandari
Miliaria merupakan salah satu masalah kulit yang sering dijumpai pada bayi dan anak. Hal ini ditandai bintil-bintil kecil berwarna merah yang kadang-kadang berisi air, disertai atau tidak kulit yang tampak kemerahan. Pada bayi sering disertai gejala rewel bahkan mengganggu tidurnya, anak yang lebih besar akan sering menggaruk bagian-bagian yang terkena miliaria, hal ini disebabkan karena rasa gatal.
Kulit bayi masih dalam tahap perkembangan dan penyempurnaan. Misalnya saja, proses penyerapan dan pengeluaran keringat belum berjalan semestinya. Akibatnya, sering dijumpai bayi yang berkeringat berlebihan. Normalnya, butiran keringat bisa keluar melalui pori-pori kulit. Karena penyebab yang belum diketahui, kulit ari bayi yang mestinya selalu berganti, menjadi tidak berganti. Kulit ari yang tidak berganti itu menyumbat pengeluaran keringat. Kumpulan keringat ini kemudian mendesak kulit sehingga terbentuk lepuh-lepuh halus sebesar pangkal jarum pentul. Namun ada kalanya, di antara lepuh-lepuh halus itu timbul bintil-bintil merah berukuran kecil yang terasa gatal. Daerah yang rawan terhadap serangan biang keringat ini adalah dahi, leher, bahu, dada, punggung, dan lipatan-lipatan kulit.
Miliaria bisa kambuh berulang-ulang, terutama ketika suhu udara sedang panas. Bila biang keringat ini mengalami iritasi dan kontak dengan kuman di kulit, biang keringat ini akan terinfeksi. Bila tidak ditangani dengan baik, biang keringat yang terinfeksi ini dapat menjadi bisul (abses) yang berisi nanah. Bisul ini harus diobati.
Cara Menanganinya
Bila si kecil sudah mengalami biang keringat, lakukan langkah-langkah ini:
Cara Mencegahnya
Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Sebagian besar miliaria akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Bahkan, Anda sebenarnya juga dapat mengurangi timbulnya biang keringat pada si kecil antara lain dengan menjaga kenyamanan lingkungan sekitar si kecil, memakaikan baju yang terbuat dari jenis-jenis bahan yang mudah menyerap keringat, lembut, dan tidak ketat pada si kecil.
Beberapa kondisi menyebabkan bayi atau anak dibawa ke dokter, seperti kondisi biang keringat yang tidak membaik setelah penanganan selama lebih dari 3 hari, timbul demam atau rasa sakit/gatal yang berat, dan timbul tanda-tanda infeksi seperti terlihat nanah atau sering berulang beberapa kali dalam waktu yang pendek sehingga mengganggu aktivitas anak sehari-hari.
Penulis: Rini Sekartini (Ikatan Dokter Anak Indonesia)
Image courtesy of: A.D.A.M (http://www.nlm.nih.gov)
Apakah si Kecil selalu berkeringat ketika tidur? Anak saya juga sering mengalami hal yang sama dan sempat membuat saya khawatir, Bu. Saya pun mulai mencari berbagai informasi seputar bayi mengala...
Cooing merupakan perpaduan dari suara ketika bayi tertawa sambil mengucapkan atau mengeluarkan huruf vokal. Di momen ini, bayi akan mulai mengeluarkan suara yang terdengar seperti kata &ldqu...
Sering merasa gemas dengan perilaku anak yang kerap memasukkan benda apa pun ke dalam mulutnya? Rasanya ingin berteriak dan melarangnya setiap kali ia melakukan hal tersebut. Tapi, ternyata hal i...
Belakangan, cuaca sedang tidak menentu, sehingga anak rentan alami batuk dan pilek (batpil). Batuk yang disertai pilek dapat menyebabkan kesulitan bernapas pada anak, terutama jika ia memiliki saluran...
WhatsApp ×