National Institute of Health bahkan mencatat hanya 13,6% wanita yang menggunakan pil KB di Indonesia. Padahal, jika Bunda simak fakta berikut, bisa jadi Bunda tak ragu lagi menggunakannya. Mi...
Jumat, 29 Juli 2022 | 16:20 WIB Penulis :
Radang gusi pada anak pasti mengganggu aktivitasnya sehari-hari dan membuat sang buah hati jadi tidak nyaman. Gingivitis, istilah medis dari radang gusi mengindikasikan terjadinya peradangan atau inflamasi pada gusi yang membuat gusi membengkak. Kondisi ini terjadi karena plak yang menumpuk yang berasal dari sisa makanan dan bakteri yang menempel di permukaan gigi.
Meski begitu, sebagian besar kasus radang gusi tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga gangguan gigi dan mulut ini cenderung baru teridentifikasi setelah berada pada tahap yang parah. Oleh karenanya, ibu perlu mengetahui gejala gingivitis pada anak dan cara mengatasinya.
Selain terjadi peradangan pada bagian gusi, radang gusi pada anak bisa membuat gusi mengerut dan berubah warna menjadi kemerahan. Gusi yang terinfeksi rentan berdarah, terutama ketika Si Kecil menyikat giginya. Selain itu, bau mulut sang buah hati menjadi kurang sedap. Jika tidak segera ditangani, gingivitis bisa menyebabkan lepasnya gusi anak.
Radang gusi akan semakin memburuk apabila Si Kecil malas menggosok gigi dan kekurangan nutrisi, terlebih yang berkaitan dengan kesehatan serta kekuatan giginya.
Lalu, bagaimana ibu bisa mengetahui jika sang buah hati mengalami radang gusi? Dilansir dari National Health Service UK, gejala dari radang gusi pada anak yang bisa ibu perhatikan, yaitu gusinya tampak berwarna merah atau mengeluarkan nanah, berkilap, dan membengkak. Terlebih lagi apabila gusi mudah berdarah ketika anak menggosok giginya.
Tentu saja, hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman pada sang buah hati. Biasanya, ia merasa gusinya sakit ketika disentuh, kesulitan mengunyah makanan, air liur yang bercampur dengan darah, dan bau mulut yang tidak sedap. Akibatnya, anak kehilangan nafsu makannya dan mengalami penurunan berat badan, bahkan terserang malnutrisi.
Lalu, siapa saja yang lebih berisiko mengalami radang gusi? Dilansir dari Kids Health, anak-anak yang gemar mengonsumsi makanan manis dan minuman dengan kandungan soda di dalamnya rentan mengalami kondisi radang gusi.
Anak yang menggunakan kawat gigi juga lebih rentan mengalami radang gusi. Tidak ada salahnya, ibu lebih memerhatikan makanan yang dikonsumsi anak dan rutin lakukan pengecekan pada dokter gigi apabila anak menggunakan kawat gigi untuk menghindari radang gusi.
Source : https://www.halodoc.com/
National Institute of Health bahkan mencatat hanya 13,6% wanita yang menggunakan pil KB di Indonesia. Padahal, jika Bunda simak fakta berikut, bisa jadi Bunda tak ragu lagi menggunakannya. Mi...
Lorem ipsum, or lipsum as it is sometimes known, is dummy text used in laying out print, graphic or web designs. The passage is attributed to an unknown typesetter in the 15th century who is thought t...
Bunda hanya dapat menebak-nebak apa yang mungkin ia pikirkan. Empat gaya pengasuhan ini paling banyak ditemui: a. Perfeksionis Bunda tentu aktif dan kritis mencari tahu cara mengasuh si kecil (bah...
Memang tidak semua anak akan memiliki tubuh jangkung ideal. Namun, tentu Bunda tak mau jika si kecil kelak terlalu pendek, bukan? Untuk itu, penuhi nutrisi tepat dalam masa 1000 hari pertamanya. Terja...
WhatsApp ×