Anak tidak bisa ‘diam’, adalah hal biasa. Membuka tutup pintu lemari berulang-ulang, mengosongkan isi keranjang dan menyembunyikan sesuatu, adalah cara anak mengeksplor apa yang ada di sek...
Kamis, 25 Mei 2023 | 15:10 WIB Penulis :
Anak berusia 9 tahun di Pontianak, diduga menjadi korban malpraktik. Sebab, penis anak terbakar saat disunat dengan metode laser.
Peristiwa tersebut sudah terjadi satu tahun yang lalu, tepatnya pada April 2022. Namun, anak tersebut hingga kini belum mendapat keadilan.
Bahkan, beberapa sumber menyebutkan, dokter yang menangani sunat sang anak, tetap melanjutkan praktik sunat.
Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini, Moms.
Mulanya, sang ibu mendapat penawaran dari dokter berinisial IL melalui Instagram untuk melakukan sunat di kliniknya.
Pesan tersebut dibalas sebulan kemudian dan mengatakan bahwa anaknya berbadan besar.
Namun, dokter IL menyanggupi kondisi anaknya yang berbadan besar.
Akhirnya, tindakan berlangsung pada 1 April 2022 di sebuah klinik rumah sunat yang berada di Jalan Tanjungpura Pontianak.
Sang ibu mendengar suara teriakan anaknya dan merasa tidak ada yang aneh hingga menganggap hal tersebut normal.
Sepulangnya dari klinik, penis anak tersebut diperban dan kondisinya langsung demam. Namun, dokter tidak memberi obat apapun.
Ibu dari penis anak terbakar tersebut melihat kondisi penis anaknya tidak wajar dan langsung dibawa ke RS Anugerah Bunda Pontianak.
Saat itulah ia menyadari bahwa penis anaknya terbakar.
Sang ibu langsung menelepon dokter IL. Namun, dokter hanya meminta maaf. Namun, sang ibu akhirnya meminta pertanggung jawaban.
Dokter IL sempat menghilang dan kembali menghubungi sang ibu. Ia meminta agar ibunya melapor ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Menurut dokter IL kejadian ini adalah sengketa medis dan melapor ke IDI untuk mendapat mediasi.
Namun, ibu dari anak dengan penis terbakar itu hanya fokus ke penyembuhan anaknya.
Tak puas dengan pengobatan di Pontianak, ibu tersebut membawa anaknya ke Jakarta.
Ternyata anaknya mengalami infeksi saluran kencing.
Anak dengan penis terbakar tersebut mengaku trauma dan tidak mau berobat di Pontianak.
Pada Januari 2023 anak dengan penis terbakar tersebut dioperasi rekonstruksi, tapi tetap perlu melihat perkembangan kondisinya.
Akibat kejadian tersebut, hingga kini sang anak dibawa ke psikolog akibat trauma yang dialaminya.
Dokter IL akhirnya mengakui kesalahan dan siap untuk memberikan uang ganti rugi sebagai pengobatan anak dengan penis terbakar itu.
Walaupun dokter IL mengakui kesalahannya, ibu korban masih sakit hati, karena dokter IL masih membuka praktiknya bahkan mengunggah foto-foto testimoni.
Ibunya bercerita bahwa penis anaknya sudah tiga kali dioperasi dan mengatakan bahwa dokter IL belum melihat kondisi penis anaknya hingga sekarang.
Hal itulah yang membuat dokter IL tidak tampak berempati dengan korban dan keluarga.
Source : https://www.orami.co.id/
Anak tidak bisa ‘diam’, adalah hal biasa. Membuka tutup pintu lemari berulang-ulang, mengosongkan isi keranjang dan menyembunyikan sesuatu, adalah cara anak mengeksplor apa yang ada di sek...
Anak-anak generasi masa kini merupakan generasi digital native, yaitu mereka yang sudah mengenal media elektronik dan digital sejak lahir. Paparan terhadap internet dan media digital pada anak-an...
Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Tidak seperti generasi sebelumnya yang berkenalan dengan teknologi secara bertahap, anak-anak saat ini sudah akrab dengan kecanggihan dunia ...
WhatsApp ×