Ikatan batin dengan anak memang diperlukan untuk orangtua. Tidak hanya dengan Bunda saja, si kecil juga butuh memiliki ikatan batin dengan Ayah. Ada banyak dampak buruk jika tidak ada peran ayah...
Selasa, 01 Agustus 2023 | 13:49 WIB Penulis :
Nutrisi memang memiliki peranan penting bagi perkembangan otak anak. Namun, benarkah ada makanan yang membuat anak lambat berkembang?
Beberapa makanan ini memang cukup berbahaya, bahkan bisa mengganggu tumbuh kembang anak. Hindari 6 makanan yang membuat anak lambat berkembang berikut ini
Bukan rahasia lagi jika asupan gula yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan anak. Selain menyebabkan obesitas, gula yang terdapat dalam permen atau makanan pencuci mulut dapat merusak otak anak.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh UCLA ditemukan bahwa kelebihan fruktosa dapat memengaruhi kemampuan insulin untuk menggunakan gula dalam memproses pikiran dan perasaan. Maka, ketika anak terlalu banyak makan makanan manis, insulin tidak mampu mengolah gula yang masuk, sehingga kinerja otak menjadi lambat dan sekaligus mengganggu mood-nya.
Makanan cepat saji alias junk food tidak memiliki nilai gizi yang dibutuhkan tubuh. Beberapa makanan cepat saji mengandung pengawet dan garam berlebih yang dapat berakibat fatal pada tubuh, misalnya obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, hingga serangan jantung.
Anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangannya. Bila ia sering makan junk food, kebutuhan gizinya tak terpenuhi sehingga otaknya tidak berkembang.
Kondisi ini akan semakin parah di masa yang akan datang.
Makanan instan memang terlihat menggoda. Rasanya enak dan cepat dibuat.
Tak hanya mi instan, makanan kaleng pun termasuk makanan yang membuat anak lambat berkembang. Makanan-makanan ini mengandung banyak pengawet agar dapat disimpan untuk waktu lama.
Sama seperti junk food, makanan instan tidak memiliki manfaat bagi tubuh. Bahan kimia dalam makanan instan yang menumpuk dalam tubuh akan meningkatkan gejala demensia (kemunduran fungsi otak) pada anak.
Daging merupakan salah satu sumber protein yang dibutuhkan tubuh. Namun pastikan protein tersebut diperoleh dari daging asli, bukan olahan.
Daging olahan seperti sosis dan nugget mengandung protein buatan, yang mencampurkan bahan kimia dalam proses pembuatannya. Jika anak sering mengonsumsi protein buatan ini, maka bahan kimia akan menumpuk dalam tubuh.
Akibatnya, sistem saraf akan terganggu. Anak akan kesulitan mengingat sesuatu dan mengolah informasi.
Memang jarang sekali orangtua yang memberikan anaknya kopi. Namun, bila orangtua berpikir agar anak mencoba kopi dan teh, hati-hati ya.
Kopi dan teh mengandung kafein yang menyebabkan anak insomnia. Dalam masa tumbuh kembangnya, anak membutuhkan cukup tidur.
Kafein juga dapat menghambat otak anak menyerap zat besi yang diperlukan untuk mengirim oksigen ke otak sehingga perkembangan otaknya terganggu.
Tak hanya merusak gigi dan menyebabkan obesitas, soda dan minuman yang mengandung gula dapat merusak otak anak. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University Southern of California menemukan hubungan antara soda dan kemampuan fungsi otak.
Soda yang dikonsumsi saat masih anak-anak akan memengaruhi otak dalam mengingat dan memproses informasi saat dewasa.
Tak hanya minuman bersoda, Bunda juga perlu mewaspadai jus buah dalam kemasan. Pasalnya, buah yang digunakan bukan buah asli, hanya perasa dengan gula yang sangat banyak.
Jadi sangat diharapkan kepada orangtua agar lebih bijak dalam memilih jenis makanan yang diberikan kepada anak, beri pengertian yang logis kepada anak kenapa tidak boleh terlalu sering mengkonsumsi makanan tersebut.
Source : https://www.puribunda.com/
Ikatan batin dengan anak memang diperlukan untuk orangtua. Tidak hanya dengan Bunda saja, si kecil juga butuh memiliki ikatan batin dengan Ayah. Ada banyak dampak buruk jika tidak ada peran ayah...
Autisme adalah gangguan perkembangan yang bisa di amati pada batita. Biasanya anak mengalami gangguan dalam interaksinya dengan orang lain, seperti kesulitan dalam berkomunikasi, pola bermain dan pola...
Si Kecil sering mengalami demam? Ibu pasti cemas bila kondisi semacam ini menimpanya. Banyak sebagian besar di antara para orang tua yang justru panik dan segera mengambil air dingin untuk mengompres ...
Meski sekilas tampak sama, tapi kedua “pengganggu” organ reproduksi perempuan yakni kista dan miom ini ternyata berbeda. Walau belum ada data pasti jumlah penderita kista dan miom, namu...
WhatsApp ×