Anak usia 3-4 tahun takut gelap, wajar saja. Sebab menurut Jenn Berman, PhD, terapis keluarga di Beverly Hill, Amerika Serikat, takut gelap biasa dialami oleh balita usia ini, yang imajinasinya memang...
Kamis, 22 Agustus 2024 | 09:19 WIB Penulis :
Menurut studi yang dirilis UNICEF, anak-anak dari negara Belanda ternyata paling bahagia dari segala macam aspek, mulai dari kesejahteraan materi, perilaku, kesehatan, keamanan, sampai pendidikan. Lantas, seperti apa, sih, pola asuh orang tua di Belanda? Merangkum dari berbagai sumber, inilah lima cara pola asuh anak ala orang tua Belanda. Yuk, simak!
Salah satu kunci sukses pola asuh orangtua di Belanda adalah mereka membesarkan anak yang sopan tanpa adanya memberi hukuman, melainkan memberikan arahan yang jelas. Mereka mendidik anak-anak dengan memberi pujian untuk perilaku yang baik dan bersikap tegas jika melakukan perilaku yang buruk. Ingat, tegas bukan berarti harus dihukum, ya!
Ketika orang tua selalu menyuruh anak mereka untuk mendapatkan nilai terbaik di sekolah, hal ini bisa memicu gangguan mental terhadap anak di masa depan. Ketika seorang anak dituntut untuk selalu mendapatkan nilai terbaik di sekolah, anak akan mudah depresi jika tidak berhasil mendapatkan nilai yang telah ditargetkan.
Orang tua di Belanda paham betul akan hal ini. Maka dari itu prestasi di sekolah bukanlah tolok ukur utama dalam menilai perkembangan dan kecerdasan anak.
Sejak umur dua tahun, orangtua di Belanda telah mengajarkan anak-anak mereka untuk meletakkan mainan di tempat penyimpanan sendiri. Tidak heran jika anak berusia empat tahun di Belanda sudah bisa membantu ibu menyiapkan bekal sekolah seorang diri. Dengan menerapkan nilai kemandirian sejak dini akan membuat anak merasa lebih percaya diri dan lebih bahagia dalam jangka panjang.
Siapa bilang hidup bahagia harus mengeluarkan banyak uang? Membelikan mainan anak dengan harga di luar batas kemampuan merupakan hal yang dihindari orang tua di Belanda.
Mereka lebih memilih menghabiskan waktu bersama sambil memainkan permainan sederhana yang tidak mengeluarkan banyak biaya. Daripada jalan-jalan ke mall, mereka lebih memilih mengajak anak-anak mereka bermain di taman. Hal ini juga yang membuat orang tua di Belanda tidak pernah gengsi membeli atau memakai barang bekas untuk anak mereka selagi masih bisa digunakan dengan baik.
Bergerak aktif merupakan salah satu kebudayaan Belanda yang tidak terpisahkan. Budaya ini mendorong anak-anak untuk aktif bermain di luar ruangan, seperti bersepeda, berlari, bermain bola, dan lainnya. Anak-anak di Belanda juga tidak manja, karena pola pikir bahwa kebahagiaan dari hubungan baik serta kemampuan untuk bermain dan menghibur diri sendiri telah ditanamkan sejak kecil.
Tidak salah jika Belanda termasuk dalam daftar negara dengan anak-anak bahagia karena pola asuh yang diterapkan orang tua pada mereka. Bisa jadi pembelajaran, nih, untuk para orang tua agar anak-anak bisa hidup mandiri ke depannya!
beautynesia.id
Anak usia 3-4 tahun takut gelap, wajar saja. Sebab menurut Jenn Berman, PhD, terapis keluarga di Beverly Hill, Amerika Serikat, takut gelap biasa dialami oleh balita usia ini, yang imajinasinya memang...
Bunda mungkin belum dapat membedakan flu dengan reaksi rinitis alergi. Gejala seperti flu bisa jadi adalah rinitis alergi alias radang akibat reaksi alergi, atau sebaliknya. Akibatnya, bunda bisa saja...
Karakteristik Anak yang Hiperaktif Terkadang sangat sulit membedakan anak yang aktif dan hiperaktif, karena biasanya sama-sama ditunjukkan dengan perilaku tidak bisa diam dan duduk tenang. Namun, t...
Bermain merupakan rutinitas yang menyenangkan yang ternyata dapat menjadi media edukasi bagi anak. Namun, kadang kala anak suka merasa merasa bosan dengan mainan yang dia punya. Nah, untuk Moms yang t...
WhatsApp ×