Sebagai orang tua, Ayah dan Bunda pasti menginginkan yang terbaik untuk sang buah hati, terutama dalam aspek pendidikan. Tak jarang, masih banyak yang kebingungan ketika memilih metode belajar yang co...
Rabu, 04 Februari 2026 | 16:24 WIB Penulis :
Diare adalah kondisi yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar (BAB) menjadi 3 kali atau lebih dalam sehari dengan tekstur tinja yang lebih cair. Kondisi ini dapat dialami siapa saja, termasuk anak-anak.
Diare pada anak termasuk kondisi yang umum terjadi. Sebagian besar diare pada anak disebabkan oleh infeksi virus, tetapi bisa juga karena infeksi bakteri atau parasit. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan diare adalah bakteri E.coli. Bakteri ini dapat bersarang di toilet atau kamar mandi, terutama pada lantai dan kloset yang lembap.
Selain karena infeksi, diare pada anak juga bisa disebabkan oleh alergi, keracunan makanan, penyakit usus, gangguan penyerapan makanan seperti intoleransi laktosa, dan efek samping obat.
Selain lebih sering BAB dan mencret, diare pada anak bisa disertai dengan beberapa gejala lain, seperti:
Saat diare, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit dengan sangat cepat. Ini karena saluran cerna sulit menyerap cairan dan elektrolit. Diare yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan dehidrasi.
Dibandingkan orang dewasa, anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, orang tua perlu lebih waspada terhadap tanda-tanda dehidrasi pada anak, yaitu:
Berikut ini adalah berbagai cara mengatasi diare pada anak melalui perawatan rumahan:
Diare ringan akibat infeksi virus biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 3 hari. Sementara itu, diare akibat infeksi bakteri dan parasit memerlukan pengobatan dari dokter.
Mengingat kasus diare pada anak masih sangat banyak di Indonesia, orang tua perlu melakukan langkah pencegahan yang efektif. Diare pada anak dapat dicegah dengan cara berikut ini:
Seperti telah disebutkan sebelumnya, diare pada anak juga bisa disebabkan oleh hal-hal lain. Jika penyebabnya adalah alergi atau penyakit tertentu, sebaiknya periksakan anak ke dokter agar dapat ditangani sesuai penyebabnya.
Di samping itu, jika gejala diare pada anak semakin berat, tak kunjung membaik dalam beberapa hari, atau mengalami tanda-tanda dehidrasi, segeralah bawa ia ke dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Source : alodokter.com
Sebagai orang tua, Ayah dan Bunda pasti menginginkan yang terbaik untuk sang buah hati, terutama dalam aspek pendidikan. Tak jarang, masih banyak yang kebingungan ketika memilih metode belajar yang co...
Sarapan menjadi kebiasan penting bagi sebagian orang yang tak boleh terlewatkan. Bagi para ibu yang ingin menghidangkan sarapan pagi untuk si buah hati. Ada tips mempersiapkan sarapan simpel agar tida...
Mendeteksi gangguan antisosial pada anak sedini mungkin sangat penting, agar penanganan bisa segera dilakukan. Berikut ini gejala gangguan antisosial pada anak yang perlu diketahui: 1.Mudah Marah d...
Apa itu pola asuh overprotektif? Pola asuh overprotektif atau overprotective adalah pengasuhan yang terlalu melindungi anak. &nb...
WhatsApp ×