Ternyata, hipertensi bisa menyerang segala usia, usia balita salah satunya. Bagaimana mencegahnya? Hipertensi pada anak berkisar 1-2%. Anak dengan hipertensi mempunyai risiko hampir 4 kali le...
Kamis, 23 Februari 2017 | 15:07 WIB Penulis : Erni Wulandari
Bunda tentunya tidak ingin balita mengalami kegemukan karena nafsu makannya besar, sementara ia maalas beraktivitas. Dr Lynn Macitntyre, profesor nutrisi dari University of Calgary. Kanada memberikan tip bagi Bunda untuk membantu mengatur nafsu makannya:
1. Jika anak minta makan karena ia bosan atau tegang. Bantu ia mengatasinya dengan mengajaknya bermain atau bernyanyi. Beri makan saat ia lapar saja.
2. Jangan gunakan makanan sebagai hadiah atau alat penenang.
3. Tepati jadwal makan. Sebab anak yang terlalu lapar biasanya akan makan banyak.
4. Beri contoh. Jika Bunda terbiasa ngemil anak pun akan menirunya.
Bunda jangan keburu senang jika anak tampak lahap mengonsumsi makanan apapun yang Bunda hidangkan. Apalagi jika ia hampir tidak pernah berhenti mengunyah atau terus menerus merasa lapar.
Seperti yang terjadi pada 3 anak asal India, yang pada akhirnya didiagnosa mengalami sindrom Prader-Willi. Ini merupakan kondisi genetik yang langka dan menyebabkan berbagai macam masalah, seperti rasa ingin makan terus menerus, yang dipicu oleh perasaan lapar yang menetap dan bisa mengarah pada kelainan berat badan yang berbahaya. Pertumbuhan menjadi terbatas sehingga perawakan tubuh menjadi pendek.
Sindroma ini juga mengurangi masa otot, sehingga membuat penderitanya mengalami kesulitan belajar, kurang perkembangan seksual dan masalah prilaku seperti mudah marah atau keras kepala. Sindrom ini disebabkan oleh cacat genetik pada kromosom nomor 15, yang terjadi murni secara kebetulan dan biasanya didiagnosis dengan melakukan tes genetik. Sayangnya tidak ada obat untuk kondisi tersebut.
Seorang dokter anak di Mandavia Children's Hospital, Gujarat, India dr Akhsay Mandavia mengatakan "Ada akumulasi abnormal lemak pada anak yang menderita sindrom ini. Mereka akhirnya tidak mampu bernafas secara normal sehingga timbul mengi".
Ternyata, hipertensi bisa menyerang segala usia, usia balita salah satunya. Bagaimana mencegahnya? Hipertensi pada anak berkisar 1-2%. Anak dengan hipertensi mempunyai risiko hampir 4 kali le...
Usia anak-anak menjadi momen di mana mereka belajar untuk mengenal banyak hal. Mulai dari benda-benda baru hingga pengalaman baru. Seringkali mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan satu hal....
Setiap orangtua pasti ingin memiliki anak yang cerdas. Ada berbagai cara yang bisa Bunda lakukan untuk membuat anak cerdas sejak dini. Berikut beberapa kesalahan dalam mendidik anak yang perlu Bunda t...
Di Indonesia, nasi adalah makanan pokok yang biasa dikonsumsi setiap hari. Bahkan, anggapan “belum benar-benar makan kalau belum makan nasi” seperti sudah terpatri di pikiran ban...
WhatsApp ×